Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wali Kota Mohan: Pejabat Pemkot Mataram yang ‘Loyo’ Usai Gagal di Provinsi Bakal Didepak!

Sanchia Vaneka • Jumat, 27 Februari 2026 | 22:09 WIB

 

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana (kanan) saat menanggapi banyaknya pejabat pemkot Mataram yang mencoba peruntungan di JPTP Pemprov NTB.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana (kanan) saat menanggapi banyaknya pejabat pemkot Mataram yang mencoba peruntungan di JPTP Pemprov NTB.

LombokPost – Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengeluarkan peringatan keras bagi para pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram yang tengah mengikuti seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Pemprov NTB.

Mohan menegaskan tidak akan segan-segan mendepak atau mengganti mereka jika nantinya gagal dalam seleksi dan kembali ke pemkot dengan motivasi kerja yang loyo.

“Nanti saya pertimbangkan (penempatan kembali). Kalau mereka tidak lulus kemudian kembali ke sini, ya saya ganti dengan orang lain. Saya cari orang yang punya semangat dan komitmen yang sama dengan saya,” tegasnya. 

 Baca Juga: Mohan Dorong Mayura Jadi Situs Geopark Nasional

Sikap tegas ini diambil Mohan untuk menjaga ritme birokrasi di Pemkot. Ia mengisyaratkan, kursi jabatan di Pemkot Mataram hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki komitmen penuh, bukan sekadar pelarian bagi mereka yang gagal bertaruh di tempat lain.

“Yang jelas saya di kota sudah memberikan mereka  peluang, memberikan mereka jabatan di sini, kesempatan berkarir di sini. Tapi mereka kemudian mencoba punya ekspektasi yang lain,” jelasnya. 

Walikota mengaku cukup fair dengan memberikan surat rekomendasi kepada lima pejabatnya yang ingin mencoba peruntungan karir di tingkat provinsi. Namun, ia mengingatkan, setiap pilihan memiliki konsekuensi. Mohan tidak ingin energi pemerintahan terganggu oleh pejabat yang pikirannya sudah tidak lagi fokus membangun Kota Mataram.

Ia menggarisbawahi, jabatan yang selama ini diberikan adalah bentuk kepercayaan dan peluang karir yang maksimal. Jika pejabat tersebut masih merasa kurang dan memilih berekspektasi di tempat lain, maka loyalitas mereka patut dipertanyakan.

Baca Juga: Kapolda NTB Sentil Profesionalisme saat Kunker di Polres Lombok Tengah

“Saya tidak mau menahan orang. Itu hak mereka. Tapi kalau mereka kembali di sini dan motivasinya turun, ya tanyain mereka dong. Yang jelas, saya butuh orang yang mau punya motivasi,” imbuhnya.

Disinggung mengenai alasan eksodus para pejabat ini, Mohan enggan berspekulasi terlalu jauh. Namun, ia menyadari adanya kemungkinan rasa tidak puas terhadap jabatan yang diemban saat ini di Pemkot Mataram.

“Kalau soal tidak puas, itu relatif. Saya tidak mau menghakimi,“ cetusnya.

Tercatat ada lima nama yang kini sedang berjuang di meja seleksi Pemprov NTB. Mereka adalah, Baiq Nelly Kusumawati yang saat ini menjabat sebagai Asisten III Setda Kota Mataram, kemudian Emirald Isfihan sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Syamsul Irawan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, I Made Gede Yasa Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Sriningsih Kabag Umum RSUD Kota Mataram. 

“Rekomendasi sudah keluar. Saya berikan mereka kesempatan. Kita lihat saja nanti hasilnya,”pungkasnya. 

 Baca Juga: Tindak Lanjuti Instruksi Presiden, Mohan Fokus Benahi Sampah

Menanggapi warning orang nomor satu di Mataram tersebut, Kepala Dikes Kota Mataram Emirald Isfihan, yang mengincar kursi Direktur RSUD Provinsi NTB, membantah jika langkahnya nyeberang ke Pemprov didasari rasa kecewa atau tidak puas dengan kepemimpinan di Kota Mataram.

“Tidak ada rasa tidak puas sama sekali. Justru ini adalah bentuk kepercayaan dari Pak Wali. Beliau sangat paham keinginan kami untuk memberikan kontribusi yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut Emirald, keberanian pejabat Pemkot tampil di level provinsi justru membuktikan, kualitas kader birokrasi di bawah kepemimpinan Mohan Roliskana sangat layak diperhitungkan. Ia menganggap pencapaian di Kota Mataram sebagai modal kuat untuk dibawa ke tingkat yang lebih tinggi.

“Apa yang di Kota Mataram ini sudah sangat layak untuk dijual dan dikembangkan di tingkat yang lebih luas. Pencapaian kota ini adalah kerja kolektif, dan kami ingin membawa semangat itu ke provinsi,”tambahnya.

 Baca Juga: Dua Dapur SPPG di Lombok Utara Ditutup Sementara

Terkait ancaman evaluasi atau mutasi jika gagal seleksi, Emirald menyatakan kesiapannya. Ia menghormati penuh hak prerogatif Walikota dalam menata barisan pejabatnya.

 “Kalau soal itu, itu adalah hak prerogatif Pak Wali. Kami sudah menunjukkan komitmen dari awal dan apapun itu, kami pasti bekerja dengan baik,” katanya.

Ia juga menjamin, keikutsertaannya dalam seleksi JPTP Pemprov NTB tidak akan mengganggu kinerjanya sebagai Kadis Kesehatan saat ini. 

“Ikhtiar ini tidak mengurangi kinerja dan niat kami untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Mataram,” pungkasnya.

 

Editor : Marthadi
#ASN #Pemkot Mataram #walikota #Pemprov NTB #mohan