Penetapan ini didasarkan pada Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang telah ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, pada 22 September 2025 lalu.
Pengumuman jauh hari ini merupakan ciri khas Muhammadiyah yang menggunakan metode perhitungan astronomis secara presisi.
Keputusan ini diambil oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dengan menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, yang kini mengacu pada parameter Kalender Hijriah Global Tunggal. Berdasarkan perhitungan tersebut:
* Posisi bulan saat matahari terbenam telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.
* Tinggi bulan tercatat berada di atas 5 derajat.
* Sudut elongasi minimal berada di angka 8 derajat.
Meski Muhammadiyah sudah mengumumkan tanggal pastinya, masyarakat tetap diminta menunggu hasil keputusan resmi dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama.
Pemerintah dijadwalkan baru akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) pada tanggal 19 Maret 2026 atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.
Sidang tersebut akan menggabungkan hasil pemantauan lapangan (rukyatul hilal) dengan data hisab untuk menentukan apakah lebaran akan jatuh di hari yang sama atau berbeda.