Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bibit Siklon Datang Lagi, Kawasan Pesisir Mataram Jadi Atensi

Sanchia Vaneka • Jumat, 6 Maret 2026 | 15:07 WIB

Pantai Ampenan
Pantai Ampenan

 

LombokPost - Ketenangan warga Ibu Kota dalam beberapa waktu terakhir mulai terusik dengan munculnya peringatan dini cuaca ekstrem.

Menanggapi temuan tiga bibit siklon tropis oleh BMKG yang diprediksi berdampak pada 5-6 Maret, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram langsung tancap gas melakukan kepungan mitigasi guna meminimalkan risiko dampak bencana di tengah masyarakat. 

“Setiap ada update kondisi cuaca, kami langsung menindaklanjutinya sebagai dasar menentukan langkah mitigasi serta memberikan peringatan dini kepada warga,” kata Kalak BPBD Kota Mataram.  

Langkah antisipatif ini tidak dilakukan sendirian. BPBD mempererat kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyisir titik-titik rawan, mulai dari pusat kota hingga garis pantai.

Budi menegaskan, strategi mitigasi saat ini didasarkan pada data realtime dari BMKG Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) dan BNPB.

Baca Juga: NTB Masuk Zona Merah Angin Kencang dan Siklon Kepung Indonesia! Tiga Bibit Siklon Tropis Muncul Bersamaan, Warga NTB Diminta Siaga Cuaca Ekstrem! 

Salah satu ancaman yang paling nyata di wilayah perkotaan saat angin kencang melanda adalah pohon tumbang. Mengantisipasi hal tersebut, BPBD telah mengoordinasikan dinas teknis terkait bersama pihak kecamatan dan kelurahan untuk melakukan perampingan pohon secara masif.

Budi menjelaskan, pemangkasan ranting-ranting pohon yang dinilai rawan tumbang dilakukan dengan memanfaatkan celah waktu saat cuaca sedang bersahabat. 

“Ketika kondisi cuaca agak bersahabat beberapa waktu lalu, tim gabungan langsung bergerak melakukan perampingan di sejumlah lokasi rawan agar risiko pohon tumbang bisa diminimalkan saat angin kencang kembali terjadi,” jelasnya. 

Meski perampingan tetap dieksekusi oleh instansi teknis, BPBD memastikan koordinasi tetap berjalan satu komando agar tidak ada wilayah yang terlewatkan.

Di sisi lain, perhatian pemerintah juga tertuju ke wilayah pesisir.

Angin kencang yang memicu gelombang tinggi menjadi ancaman serius bagi nelayan dan warga yang tinggal di pinggir pantai.

BPBD meminta masyarakat pesisir untuk tidak lengah meskipun mereka sudah terbiasa dengan siklus cuaca tahunan.  

Koordinasi dengan aparat kelurahan setempat diperketat guna memastikan rantai informasi peringatan dini sampai ke telinga warga paling bawah.

Namun, perhatian khusus justru diberikan kepada sektor pariwisata.

BPBD mengamati aktivitas kunjungan wisatawan di pantai masih cukup tinggi, sehingga imbauan keras dikeluarkan agar mereka menahan diri dari aktivitas berenang atau melaut.

“Kami mengimbau para wisatawan untuk menahan diri dulu jika ingin berenang di pantai. Keselamatan harus jadi prioritas. Lebih baik menunggu sampai kondisi benar-benar aman,” imbaunya.

Upaya ini diharapkan mampu meredam dampak buruk dari fenomena bibit siklon tropis yang sedang melintasi wilayah Indonesia, termasuk NTB.

Pemkot berharap fase cuaca ekstrem ini segera berlalu agar denyut ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat tidak terganggu lebih lama.

“Kita semua berharap kondisi ini cepat kembali normal sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa tanpa dihantui gangguan bencana,” pungkas mantan Camat Mataram ini.  

Editor : Kimda Farida
#bibit siklon #bmkg #BPBD #Mataram #Cuaca Ekstrem