LombokPost - Geliat ekonomi di pusat takjil Kota Mataram menunjukkan tren positif meski dikepung persaingan titik keramaian baru. Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram mencatat, perputaran uang di Kampung Kuliner Ramadan 2026 yang berpusat di Jalan Udayana diprediksi menyentuh angka Rp 780 juta hingga pekan ketiga pelaksanaan.
Kepala Dispar Kota Mataram Cahya Samudra mengungkapkan, evaluasi sementara terhadap 40 tenan UMKM yang berpartisipasi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Meski sempat dihantam cuaca ekstrem pada awal Ramadan, konsistensi pengunjung mulai stabil seiring membaiknya cuaca dalam sepekan terakhir.
“Alhamdulillah, hampir tiap malam ada kegiatan hiburan dan tingkat kunjungan lumayan tinggi. Kalau dikalkulasikan, omzet rata-rata pedagang mencapai Rp 1,5 juta per hari,” kata Cahya.
Baca Juga: Semarak Bazar Ramadan di Kawasan Alun-alun Tioq Tata Tunaq. Tersedia Berbagai Menu Takjil
Jika dihitung secara matematis, dengan partisipasi 40 pelaku UMKM selama 13 hari pelaksanaan aktif, yang berakhir pada 8 Maret lalu. Total perputaran uang di lokasi tersebut mencapai angka fantastis yakni Rp 780.000.000. Angka ini dinilai cukup tinggi untuk skala pasar takjil musiman yang difasilitasi penuh oleh pemerintah daerah.
Cahya tidak menampik adanya keluhan dari sejumlah pedagang yang merasa suasana tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun lalu. Namun, ia menjelaskan hal tersebut terjadi karena semakin banyaknya pilihan lokasi bagi masyarakat untuk berburu takjil di Kota Mataram.
“Memang terpecah karena sekarang banyak titik baru. Di eks Bandara Selaparang ada, di Lapangan Pagutan Permai juga rutin dan ramai, begitu juga di sepanjang Jalan Majapahit. Masyarakat sekarang punya banyak pilihan,” jelasnya.
Selain faktor sebaran lokasi, faktor alam juga menjadi tantangan di awal Ramadan 2026.
Baca Juga: Gubernur Iqbal Jawab Sorotan Fitra NTB, Program Desa Berdaya Tak Bisa Lepas dari APBD
“Kemarin faktor hujan juga sangat berpengaruh. Sejak awal Ramadan curah hujan cukup tinggi dan nonstop. Namun seminggu terakhir ini cuaca membaik, sehingga kunjungan meningkat tajam,” imbuhnya.
Untuk mendongkrak minat pengunjung, Dispar mengemas lokasi Udayana dengan berbagai lomba bertema 'Maen di Kampoeng'. Mulai dari lomba azan subuh, mewarnai, hingga ajang pencarian bakat Kampoeng Idol dan Fashion Show. Strategi ini terbukti efektif menarik massa, terutama pada akhir pekan.
Data Dispar menunjukkan, pada hari kerja (weekday), jumlah kunjungan berkisar antara 500 hingga 700 orang. Angka ini melonjak drastis saat akhir pekan (weekend) yang mencapai 800 hingga 1.500 pengunjung per malam.
“Lapak ini kami berikan secara gratis tanpa dipungut biaya sewa kepada UMKM. Kami ingin memastikan ekonomi terus bergerak. Dengan adanya live music religi dan giveaway voucer belanja,“ pungkasnya.
Editor : Marthadi