Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

105 Ogoh-Ogoh Bakal Ramaikan Tahun Baru Caka di Mataram

Sanchia Vaneka • Rabu, 11 Maret 2026 | 13:44 WIB

 

 

Festival ogoh-ogoh di Mataram
Festival ogoh-ogoh di Mataram

LombokPost – Sebanyak 105 ogoh-ogoh dipastikan bakal tumpah ruah meramaikan parade budaya dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 di Kota Mataram. Menariknya, perhelatan besar ini berlangsung beririsan dengan persiapan umat Islam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memastikan seluruh rangkaian prosesi yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2026 mendatang tersebut telah matang secara persiapan. Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengungkapkan, koordinasi intensif telah dilakukan bersama Polresta Mataram dan tokoh lintas agama guna menjamin kondusivitas wilayah. 

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak melalui rapat koordinasi lintas sektor agar kegiatan berjalan tertib dan lancar. Pengaturan waktu menjadi perhatian utama kami,” kata Lalu Martawang. 

 Baca Juga: Parade 118 Ogoh-Ogoh di Mataram, Wali Kota dan Gubernur Ajak Jaga Toleransi

Fokus utama pemkot tahun ini adalah manajemen waktu. Mengingat waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan aktivitas ibadah Ramadan, Pemkot mematok jadwal ketat agar tidak ada benturan aktivitas di lapangan. Harapannya, umat Hindu dapat melaksanakan ritualnya dengan khidmat, sementara umat Islam bisa bersiap menyambut malam pertama Ramadan dengan nyaman.

Berdasarkan hasil kesepakatan, parade ogoh-ogoh akan mulai dilepas tepat pukul 12.00 WITA. Titik start dipusatkan di depan Kantor Lurah Cakra Barat, menyusuri jalan protokol di kawasan bisnis Cakranegara. Panitia menargetkan seluruh rangkaian parade budaya ini sudah harus klir sebelum matahari terbenam.

“Target kami seluruh rangkaian kegiatan selesai sebelum pukul 17.30 WITA. Ini penting agar memberikan ruang bagi saudara-saudara kita umat Muslim yang akan melaksanakan persiapan ibadah di masjid maupun musala,” jelasnya.

Dengan jumlah peserta mencapai 105 ogoh-ogoh, setiap kelompok atau banjar hanya diberikan waktu atraksi maksimal tiga menit di titik-titik penilaian atau simpang jalan yang ditentukan. Dengan durasi tersebut, iring-iringan diprediksi akan tuntas pada sore hari sesuai jadwal yang ditetapkan.

Setelah parade ogoh-ogoh berakhir, rangkaian ritual keagamaan umat Hindu akan berlanjut ke prosesi Perang Api. Tradisi yang selalu menyedot perhatian wisatawan ini bakal digelar di Perempatan Negara Sakah, Cakranegara. Ritual ini menjadi simbol pembersihan diri dari energi negatif sebelum umat Hindu melaksanakan ritual Mecaru (Pecaruan) di rumah masing-masing dan memasuki masa Tapa Brata Penyepian. 

Di sisi lain, pada waktu yang hampir bersamaan, umat Islam juga tengah menanti hasil sidang isbat Kementerian Agama untuk menutup rangkaian ibadah puasa. Martawang menekankan, momentum bertemunya dua agenda besar keagamaan ini justru menjadi ajang pembuktian bahwa Mataram adalah kota yang inklusif dan moderat.

“Momentum ini menunjukkan kuatnya akar toleransi di Kota Mataram. Umat Hindu bersiap menjalankan Nyepi, sementara umat Islam menyambut Idul Fitri. Pemerintah hadir untuk memastikan kedua kegiatan ini berjalan aman, tertib, dan tetap harmonis,” pungkasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Cakranegara pada hari pelaksanaan agar mobilitas warga tetap terjaga meski jalur utama dipadati ribuan warga yang menyaksikan parade. 

 

Editor : Jelo Sangaji
#Nyepi #ogoh ogoh #Mataram #umat hindu #Hari Raya Nyepi