LombokPost - Penggunaan sepeda ke kantor bukan sekedar wacana. Salah satu upaya efisiensi anggaran tersebut diuji coba di Kota Mataram mulai Kamis (2/4).
“Penggunaan sepeda ke kantor kita uji coba mulai besok (hari ini, red),” ungkap Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri, Rabu (1/4).
Namun uji coba penggunaan sepeda ini tidak berlaku di seluruh pejabat lingkungan pemkot. Melainkan terbatas di kalangan pejabat eselon II atau Kepala OPD.
“Besok eselon II dulu atau beberapa untuk uji coba. Kalau yang bisa segera dilakukan,” katanya.
Baca Juga: Gerbang Tembolak Dekati Satu Dekade, Kondisinya Masih Aman
Kemudian, awal pekan depan seluruh pegawai dan pejabat eselon II, III dan IVb harus mengayuh sepeda saat ke kantor. “Nanti hari Senin bisa serentak,” imbuhnya.
Soal penggunaan jenis sepeda, Alwan memberikan kebebasan dan keleluasaan. Baik sepeda listrik maupun sepeda konvensional bisa digunakan berangkat ke kantor.
“Dibebaskan untuk sepedanya, mau listrik atau sepeda ontel silakan saja,” ungkapnya.
Pemkot juga mengatur jarak atau radius tempat tinggal pejabat dan pegawainya yang terkena kebijakan penggunaan bersepeda ke kantor. Pejabat yang tempat tinggalnya maksimal 5 kilometer dari kantor termasuk menggunakan sepeda.
Baca Juga: Arsenal Kena Mental! Piero Hincapie Tumbang, Daftar Pasien Mikel Arteta Makin Panjang
Sedangkan dengan radius lebih dari 5 kilometer masih boleh menggunakan kendaraan. “Tapi setelah kita identifikasi, rata-rata untuk pejabat eselon II rumah tinggalnya masih di tengah kota. Kalau yang agak jauh seperti di Sweta atau Bertais dan silakan opsi-opsi lainnya bisa digunakan,” terangnya.
Uji coba diputuskan setelah melakukan rapat persiapan. Termasuk bagi pegawai yang menggunakan kendaraan dinas masing-masing menunggu kajian.
“Ini kan masih ada kendaraan roda empat juga. Kita masih inventarisir dan dikaji opsi-opsinya oleh Dinas Perhubungan,” terangnya.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan, langkah ini alternatif pilihan efisiensi anggaran yang diserukan pemerintah pusat. Antara lain penggunaan sepeda ke kantor dan yang lainnya.
Baca Juga: WFH ASN, Bupati Pathul Jamin Pelayanan Publik di Lombok Tengah Tetap Gas Pol
Namun belum ada putusan final yang dikeluarkan. “Kalau mereka sepakat dan apa yang saya gagas bisa diimplementasikan dengan baik dan memiliki dampak terhadap efisiensi, tentu kita aplikasikan, nanti segera akan kita sampaikan,” katanya.
Dia memastikan bersepeda ke kantor bukan satu-satunya opsi efisiensi anggaran. Pertimbangannya karena banyak pejabat dan pegawai tempat tinggalnya cukup jauh dengan kantor tempatnya bertugas.
“Ini harus kita berikan alternatif, itulah yang akan saya sampaikan nanti,” tandasnya. (chi/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin