Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keamanan Jogging Track Udayana Diperketat, Buntut Kasus Pelecehan Seksual

Sanchia Vaneka • Senin, 6 April 2026 | 21:20 WIB

 

 

 

 

 

ILUSTRASI: Warga yang jogging di track lintasan pejalan kaki Jalan Udayana, beberapa waktu lalu.
ILUSTRASI: Warga yang jogging di track lintasan pejalan kaki Jalan Udayana, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost — Kenyamanan warga Kota Mataram saat beraktivitas di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Udayana terganggu. Aksi tak senonoh berupa pelecehan seksual viral di sosial media terjadi pada Sabtu pagi (4/4) lalu, tepat saat jam olahraga berlangsung. 

 

Kepala Satpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi, membenarkan adanya insiden yang mencederai kenyamanan publik tersebut. Menurutnya, kejadian itu berlangsung sangat cepat di tengah keramaian warga yang sedang berolahraga.

 

Baca Juga: Efek Ramadan! Pajak Restoran Mataram Tembus Rp11,28 Miliar
"Prinsipnya, begitu kami mendengar informasi dan laporan itu, pengamanan langsung kita tingkatkan. Memang kejadiannya sangat cepat di lokasi,” kata Irwan, kemarin (6/4).

 

Ia menjelaskan, pelaku saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Tindakan tersebut ditegaskan masuk ke ranah pidana pelecehan seksual. 

 

“Pelaku sudah diamankan pihak kepolisian. Karena ini menyangkut anak di bawah umur, APH (Aparat Penegak Hukum) yang menangani langsung kasus pelecehan ini,” tambahnya.

 

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pemkot akan menggeser fokus personel Satgas yang selama ini terkonsentrasi di kawasan Eks Bandara Rembiga untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) menuju RTH Udayana. Langkah ini untuk memastikan masyarakat kembali merasa nyaman tanpa dibayangi rasa was-was.

 

Saat ini, Satpol PP tengah mengatur regulasi terkait pola piket dan penempatan personel yang tergabung dalam Satgas Penataan dan Penertiban Kawasan Udayana dan Sekitarnya Tahun 2026. Satgas ini bersifat terpadu, melibatkan unsur Satpol PP, kepolisian, hingga Dinas Perhubungan.

 

“Sesuai SK yang ada, tugas Satgas ini sangat komprehensif. Mulai dari penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), parkir, pemeliharaan taman dan jogging track, hingga pengawasan terhadap Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) serta Anak Jalanan (Anjal),” paparnya.

 Baca Juga: Workshop Kepemimpinan Siswa Resmi Dimulai, SMAN 9 Mataram Siapkan Pemimpin Masa Depan

Tak hanya urusan estetika kota, Irwan menekankan aspek Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjadi prioritas utama. Satgas juga memiliki kewenangan dalam pengawasan peredaran narkotika, minuman beralkohol, hingga pencegahan tindakan asusila dan pengawasan siswa bolos sekolah.

 

Irwan mengakui, mengontrol perilaku menyimpang di ruang publik merupakan tantangan besar. “Ini soal perilaku orang yang kadang sulit kita kontrol, bahkan ada indikasi ke arah gangguan kejiwaan atau lainnya. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan menjadi langkah preventif yang efektif,” tegasnya.

 

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk tetap waspada. Irwan menyarankan agar warga tidak melakukan aktivitas olahraga sendirian di lokasi yang sepi.

 

“Kami meminta masyarakat tetap waspada. Usahakan kalau berolahraga itu bersama-sama, minimal dua orang. Jangan sendirian untuk meminimalisir celah bagi oknum-oknum yang ingin berbuat tidak baik,” pungkasnya. (chi/r9)

 

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Udayana Mataram #jogging track