Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mataram Didorong Tetap Jadi Role Model di Tengah Krisis Fiskal

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 8 April 2026 | 07:37 WIB
JADI TELADAN: ASN di Lingkup kerja Pemkot Mataram sedang apel pagi, Senin (7/4).
JADI TELADAN: ASN di Lingkup kerja Pemkot Mataram sedang apel pagi, Senin (7/4).

 

LombokPost  — Wali Kota Mohan Roliskana menegaskan, Kota Mataram harus tetap menjadi barometer kebijakan daerah. Di tengah tekanan fiskal dan perubahan arah kebijakan nasional.

“Kota Mataram harus tetap menjadi barometer,” tegas Mohan, Senin (6/4).

Ia menekankan, keberanian mengambil kebijakan progresif menjadi kunci agar Mataram tetap relevan di tengah dinamika nasional. “Kalau ada hal yang memang harus segera dikeluarkan sebagai kebijakan, maka kita harus berani mengambil langkah itu,” ujarnya.

Penegasan itu muncul seiring kebijakan pemerintah pusat yang mendorong pengetatan fiskal daerah. Khususnya pembatasan belanja pegawai agar berada di bawah 30 persen dari APBD.

Menurut Mohan, kondisi ini bukan sekadar tekanan, melainkan momentum merapikan struktur anggaran dan memperkuat tata kelola birokrasi. “Ini memang bukan hal yang mudah, tetapi harus kita jalankan bersama dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Ia mengingatkan, efisiensi tidak boleh berhenti sebagai jargon administratif. Langkah konkret harus segera terlihat di seluruh perangkat daerah.

Beberapa langkah yang disorot antara lain pengurangan penggunaan bahan bakar, penghematan kertas dan alat tulis kantor, hingga pengendalian biaya operasional lainnya.

“Efisiensi harus terasa dalam operasional, bukan hanya di atas kertas,” tegasnya.

Mohan juga membuka ruang kreativitas bagi OPD untuk menerjemahkan kebijakan efisiensi sesuai kondisi riil di lapangan. Namun, ia mengingatkan seluruh kebijakan tetap harus selaras dengan arah pemerintah pusat.

Baca Juga: Harga Plastik Naik Gila-Gilaan, UMKM Kena Imbas


“Karena kita bagian dari pemerintah, maka kita harus tegak lurus terhadap kebijakan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan disiplin ASN menjadi fondasi utama dalam menjaga ritme birokrasi di tengah tekanan fiskal. Tanpa disiplin dan inovasi, menurutnya, efisiensi hanya akan menjadi penghematan semu tanpa dampak nyata terhadap pelayanan publik.

“Yang kita kejar bukan sekadar hemat, tapi tetap efektif melayani masyarakat,” pungkasnya. (zad/r9)

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #EFISIENSI ANGGARAN #disiplin ASN