Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Makam HARUM, Menata Ruang Sunyi untuk Penghormatan Terakhir

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 14 April 2026 | 13:23 WIB
INSTRUKSI DI LAPANGAN: Wali Kota Mataram Mohan Roliskana memberikan arahan kepada jajaran terkait penataan kawasan pemakaman agar tertib, nyaman, dan berkelanjutan.
INSTRUKSI DI LAPANGAN: Wali Kota Mataram Mohan Roliskana memberikan arahan kepada jajaran terkait penataan kawasan pemakaman agar tertib, nyaman, dan berkelanjutan.

 

 

LombokPost - Di sebuah hamparan tanah yang tenang di kawasan Monjok, waktu seolah berjalan lebih lambat. Di tempat itulah, Senin pagi (13/04), Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, melangkah menyusuri barisan lahan yang kelak akan menjadi peristirahatan terakhir banyak warga ibu kota. 

Bukan sekadar peninjauan biasa. Ada kesadaran yang menyertai setiap langkah. Lokasi ini akan menyimpan cerita, doa, dan kenangan dari begitu banyak keluarga.


Didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Mataram M Nazaruddin Fikri, Wali Kota meninjau langsung Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di terusan Jalan Bung Hatta. Lahan seluas kurang lebih dua hektar itu tampak terbuka, namun menyimpan tanggung jawab besar: menjadi ruang terakhir yang layak bagi masyarakat.


Di tengah peninjauan, percakapan yang terjalin bukan hanya soal batas lahan atau teknis penataan. Ada perhatian pada hal-hal yang lebih sederhana, namun bermakna. 


Antara lain akses yang mudah bagi peziarah, lingkungan yang bersih, serta suasana yang memberi ketenangan bagi keluarga yang datang dengan duka. “TPU ini harus menjadi bagian dari pelayanan kemanusiaan,” tekan Mohan, seperti rilis yang diterima Lombok Post, Senin (13/4). 

Penataan kawasan menjadi perhatian utama. Wali Kota menekankan ruang ini harus dikelola dengan tertib dan berkelanjutan.


“Menyatu dengan tata ruang kota serta tetap menjaga nilai-nilai lingkungan,” paparnya. 


Lokasi ini ditekankan harus nyaman. Bukan diukur dari kemegahan, melainkan dari rasa layak dan penghormatan.


Bagi sebagian orang, TPU mungkin hanya terlihat sebagai lahan kosong. Namun bagi banyak keluarga, merupakan ruang untuk kembali, mengirim doa, mengenang, dan menjaga ikatan yang tak pernah benar-benar putus.


Melalui peninjauan ini, Pemerintah Kota Mataram menegaskan komitmennya, menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya hadir saat kehidupan berjalan, tetapi juga ketika kehidupan itu berpulang. Pada akhirnya, cara sebuah kota memperlakukan ruang peristirahatan terakhir warganya merupakan cerminan dari bagaimana kota itu menghargai kehidupan. (zad/r9)

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Jemaah Haji Mataram Kloter 5 Masuk Asrama 26 April 2026

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Makam HARUM monjok #Layanan Pemakaman Kota Mataram