LombokPost - Perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Mataram tahun ini punya tantangan berat. Apalagi kalau bukan dampak pemangkasan dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat.
Postur APBD Kota Mataram menyusut drastis dan beberapa program di tahun sebelumnya tidak lagi leluasa. Seperti program penanganan RTLH besutan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) mengalami pemangkasan anggaran yang tidak sedikit.
“Ada beberapa yang kita sesuaikan,” ungkap Kepala Disperkim Kota Mataram Nazarudin Fikri, Jumat (10/4).
Sebagai perbandingan, tahun lalu penanganan RTLH mendapat alokasi pembiayaan sebesar Rp 1,5 miliar. Tahun ini merosot tajam menjadi Rp 100 juta saja.
“Tahun lalu anggarannya Rp 1,5 miliar. Tahun ini kita taruh dulu sekitar Rp 100 juta sementara untuk penanganan korban bencana,” terangnya.
Baca Juga: Tangan Dingin di Balik Emas SEA Games: Kisah M. Akhyar, Terapis Timnas Asal Mataram
Meski anggaran perbaikan RTLH terpangkas hampir 100 persen, perbaikan RTLH masih tertolong pembiayaan pemerintah pusat. Kota Mataram mendapat sokongan anggaran perbaikan sebanyak 533 unit RTLH yang diperbaiki tahun ini.
“Itu dari pusat bantuannya, itu upaya dari Pak Wali kan punya koneksi banyak di kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” ungkapnya.
Menurut dia, Disperkim tidak berkecil hati dengan pemangkasan anggaran perbaikan RTLH. Anggarannya diganti oleh pemerintah pusat dengan menggelontorkan pembiayaan yang lebih banyak.
Bantuan yang diterima tahun ini kata dia bisa memperbaiki RTLH lebih banyak dibandingkan tahun lalu. “Sekarang bantuan dari pusat berlipat-lipat, kalau tahun lalu kita hanya memperbaiki 33 rumah plus pokir dari Bu Sari (DPR RI) itu ada 200-an rumah. Tahun ini 533 rumah dapat perbaikan,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, anggaran yang dipangkas sebelumnya oleh pemerintah pusat. Justru ada pengembalian ke daerah dalam bentuk pembiayaan kegiatan. “Artinya tujuannya tetap tercapai. Ini Pak Wali langsung yang melobi dengan Wakil Menteri. Inilah hasilnya,” terangnya.
Baca Juga: Fenomena "Janda Lansia": Tekanan Hidup dan Rokok Jadi Pemicu Utama Harapan Hidup Laki-laki Rendah
Dengan bantuan pemerintah pusat, RTLH yang diperbaiki tahun ini menyasar dua kali lipat dari jumlah tahun sebelumnya. Untuk besaran anggaran perbaikan ini, Nazaruddin mengatakan tidak mengingat jumlah pastinya.
“Saya tidak sedang pegang data ya. Pokoknya 533 rumah itu kita dapat bantuan,” jelasnya.
Meski terkena pemangkasan anggaran yang besar. Nazaruddin mengatakan, pembiayaan untuk kegiatan esensial atau mendasar yang ditangani Disperkim tetap berlanjut tahun ini.
“Ini bukan hanya di kami saja ya, tetapi di semua dinas,” imbuhnya.
Untuk kegiatan rutin di Disperkim dipastikan tetap terlaksana. “Kita kan mengerjakan 70 persen pokir, kalau internal misalnya gaji tidak ada yang berkurang segala macam. Bedanya itu 1,5 miliar untuk perbaikan RTLH tahun lalu plus waktu itu ada bencana,” tandasnya. (chi/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin