Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gas Melon Langka di Daerah Tetangga, Disdag Mataram: Stok Kita Aman, Jangan Panik

Sanchia Vaneka • Sabtu, 18 April 2026 | 17:22 WIB
STOK AMAN: Seorang pengecer gas melon mengantarkan pesanan, beberapa waktu lalu.
STOK AMAN: Seorang pengecer gas melon mengantarkan pesanan, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)

 


LombokPost
- Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram memastikan ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran 3 kilogram atau Gas Melon masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Meski sempat muncul isu kelangkaan di beberapa daerah tetangga seperti Lombok Timur dan Lombok Tengah, warga Kota Mataram diminta tidak melakukan aksi borong atau panic buying.
  
“Ketersediaan kita setelah dikoordinasikan dengan pangkalan masih tercukupi. Kami terus memantau agar kondisi di kabupaten lain tidak merembet atau berimbas ke Mataram,” kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram Sri Wahyunida, Jumat (17/4). 
 
Ia menjelaskan, pihaknya telah menerjunkan tim pengawas yang dibagi per kecamatan. Tugasnya memantau pergerakan distribusi gas di tingkat pangkalan. 

Langkah ini diambil untuk merespons laporan adanya kekosongan stok di beberapa titik. Menurutnya, terkadang informasi mengenai habisnya stok di pangkalan muncul karena keterlambatan pengiriman singkat, bukan karena ketiadaan pasokan secara total.
 
“Kami memiliki enam staf yang dibagi di masing-masing pendaftaran untuk mengecek tiap kecamatan. Memang ada info barang datang langsung habis, nah ini yang kami koordinasikan lagi dengan agen,,” ujarnya.
 
Selain memastikan stok, Disdag memperketat pengawasan terhadap praktik distribusi ilegal. Nida mengungkapkan, pihaknya sempat menemukan adanya oknum yang mencoba bermain dengan menyalurkan gas langsung ke pengecer tanpa melalui prosedur resmi pangkalan. 

Hal ini menjadi perhatian serius karena berpotensi merusak harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan sebesar Rp 18.000 per tabung. “Kami temukan ada mobil agen yang langsung ke pengecer, itu tidak boleh dan langsung kami tindak lanjuti ke agennya. Bahkan, ada sopir yang langsung dipecat karena melanggar aturan distribusi tersebut,” imbuhnya.
 
Mengenai adanya isu warga dari luar daerah yang membeli gas melon di wilayah Mataram, Sri menyatakan hingga saat ini timnya bersama Polresta Mataram belum menemukan bukti fisik secara langsung di lapangan. Namun, pihaknya tetap waspada terhadap potensi rembesan distribusi ke luar wilayah.

Baca Juga: Instruksi Wali Kota, Kendaraan Mataram Belum Uji KIR Tak Kena Tilang, Tapi Wajib Lakukan Ini
 
Di sisi lain, meningkatnya permintaan gas saat ini juga disinyalir berkaitan dengan musim haji dan banyaknya kegiatan kemasyarakatan. “Bisa jadi karena musim haji permintaan meningkat, tidak hanya untuk LPG tapi juga bahan pokok lainnya. Ini yang kami antisipasi dengan pengawasan rutin setiap hari,” tambahnya.
 
Hingga awal tahun ini, kuota dinilai masih sangat aman karena pendistribusian baru berjalan di tahap awal kuota tahunan. Disdag Mataram memberikan peringatan keras kepada pangkalan agar tidak nakal menjual gas di atas harga resmi atau menjual ke luar wilayah distribusi yang telah ditentukan.
 
“Distribusi kita masih lancar. Belum ada tanda-tanda akan terjadi kekosongan. Fokus kami sekarang pengawasan ketat agar pangkalan disiplin dan masyarakat tetap tenang,” tandasnya. (chi/r9) 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #gas melon langka #pengecer gas LPG #distribusi