Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Siswa Kelas 2 SD Saling Pukul, Orang Tua Lapor Polisi: Kemenag Mataram Turunkan Tim Investigasi

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 22 April 2026 | 23:12 WIB
Hamdun
Hamdun

 
LombokPost – Kasus dugaan perundungan yang melibatkan siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Mataram masih dalam proses penanganan. Kantor Kementerian Agama Kota Mataram telah menurunkan tim untuk melakukan investigasi awal sekaligus memfasilitasi penyelesaian antara kedua pihak.

Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram Hamdun, mengatakan pihaknya telah memanggil kepala madrasah dan berkomunikasi dengan keluarga siswa yang terlibat. “Kita sudah sampaikan ke dua belah pihak dan saat ini masih menunggu perkembangan dari pihak madrasah sejauh mana penanganannya,” ujarnya, Selasa (21/4). 

Sebagai langkah awal, pihak sekolah telah memindahkan korban ke kelas lain guna menghindari interaksi langsung dengan pelaku. Selain itu, orang tua pelaku bersama anaknya telah membuat pernyataan tidak mengulangi tindakan serupa.

Namun, proses penyelesaian belum sepenuhnya tuntas. Pihak korban disebut masih menyampaikan keberatan atas kejadian tersebut. 

“Kita akan lihat apakah masih ada keberatan dari pihak korban. Itu yang masih kita upayakan melalui mediasi,” terangnya. 

Dari hasil investigasi sementara, peristiwa tersebut bermula dari interaksi antar siswa yang awalnya bersifat bercanda. Anak-anak disebut saling memukul ringan atau “jitak-jitakan” yang kemudian berulang dan berlebihan hingga memicu persoalan.

“Awalnya anak-anak ini hanya bercanda, saling getok (jitak, Red). Setelah itu sempat akur lagi, tapi kemudian terjadi lagi dan berlanjut sampai dilaporkan ke orang tua,” jelasnya.

Menurut Hamdun, dinamika tersebut kerap terjadi pada siswa kelas awal sekolah dasar yang masih dalam tahap bermain tanpa memahami batasan. Namun, keterlibatan orang tua memperbesar persoalan hingga masuk ke ranah serius.

“Kalau dari anak-anak sebenarnya setelah dipertemukan mereka biasa saja. Tapi orang tua yang keberatan, itu yang menjadi perhatian kita,” ujarnya.

Terkait pengawasan, pihak Kemenag menegaskan madrasah telah diingatkan untuk terus melakukan pengawasan ketat mencegah praktik perundungan. Meski demikian, perilaku fisik ringan antar siswa masih kerap terjadi sebagai bagian dari interaksi anak-anak.

Baca Juga: Warga Mataram Tak Perlu Khawatir, Distan Jamin Kesehatan Hewan Kurban Melalui Skrining Ketat


Informasi menyebutkan adanya laporan ke pihak kepolisian. Menanggapi hal tersebut, Hamdun menghormati langkah hukum yang diambil, namun tetap akan mengupayakan penyelesaian mediasi.

“Kalau memang ada laporan polisi itu hak masing-masing. Tapi kita tetap upayakan penyelesaian secara mediasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kedua siswa yang terlibat sama-sama mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut. “Sebenarnya sama-sama bonyok juga, karena saling getok,” ujarnya.

Siswi yang diduga mengalami perundungan berinisial QWF oleh rekan sekolahnya. Kasus ini telah dilaporkan ke Polresta Mataram oleh orang tua korban berinisial RR.

Berdasarkan surat tanda terima laporan pengaduan nomor STTP/225/IV/2026/SPKT, peristiwa pertama terjadi pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 13.30 WITA di ruang kelas 2C. Korban ditemukan menangis di pos satpam sekolah setelah diduga mengalami kekerasan fisik.

Korban mengaku dipukul menggunakan botol air mineral di bagian belakang kepala. Selain itu, tas miliknya dibanting dan diinjak hingga rusak, sementara kacamata korban juga ditemukan dalam kondisi pecah.

Menanggapi laporan itu, Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, menyatakan pihak Kementerian Agama telah bergerak cepat menurunkan tim penanganan perundungan. “Saya sudah terima pengaduan itu dan langsung kontak Kepala Kemenag. Tim bullying langsung dikirim untuk mengambil langkah-langkah lapangan,” katanya. (zad/r9)

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#kasus perundungan MIN 1 Mataram #kemenag mataram #siswa sd