LombokPost – Dalang di balik aksi busur panah yang meresahkan warga Gomong terus diburu. Hingga saat ini, penyidik Satreskrim tengah mengumpulkan berbagai alat bukti.
Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru menetapkan status hukum maupun indikasi keterlibatan kelompok tertentu. Ia menyebutkan, tim di lapangan masih bekerja keras melakukan pendalaman melalui berbagai lini.
“Kita mengambil keterangan dari saksi-saksi yang melihat kejadian di lokasi. Selain itu, kami juga melakukan pengecekan dan analisa terhadap rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP),” ungkapnya, Selasa (21/4).
Disinggung mengenai dugaan keterlibatan geng motor atau kelompok pemuda tertentu, perwira melati tiga itu enggan berspekulasi. Menurutnya, kesimpulan mengenai motif apakah aksi tersebut terencana kelompok tertentu atau murni spontanitas bisa diambil setelah pemeriksaan saksi kunci dan korban rampung dilakukan.
“Hasil pemeriksaan dari beberapa korban pun belum bisa diambil secara maksimal karena kondisi mereka. Keterangan saksi yang ada juga masih minim. Kami masih kumpulkan semua bukti,” jelasnya.
Mengenai adanya sepeda motor yang tertinggal di lokasi kejadian, Hendro mengonfirmasi kendaraan tersebut merupakan milik dari pihak korban, bukan milik pelaku yang tertinggal. Meski aksi teror busur panah ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat, Hendro menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara umum masih sangat terkendali.
“Sampai saat ini Kota Mataram masih kondusif. Keamanan tetap kami jaga dan tidak ada hal-hal menonjol lainnya pasca-kejadian tersebut,” tegasnya.
Baca Juga: Izin Usaha Selesai di Depan Rumah! DPMPTSP Mataram Fasilitasi NIB Lewat Layanan Jemput Bola
Sebagai langkah preventif mencegah aksi serupa maupun upaya pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana, Polresta telah meningkatkan intensitas pengamanan. Skema pengamanan kota kini dibagi menjadi beberapa zona strategis.
" Kami melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Personel dari Polsek jajaran kita bagi ke dalam tiga zona untuk memantau titik-titik rawan secara bergantian selama 24 jam,” tambahnya.
Kasus busur panah di Gomong ini kini masuk dalam radar atensi khusus. Namun, Hendro menggarisbawahi perhatian kepolisian tidak hanya terfokus pada satu kasus tersebut.
Pengungkapan kasus tindak pidana lainnya, seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan kasus penganiayaan lainnya, tetap berjalan beriringan. “Kami tidak hanya fokus di situ (Gomong) saja, tapi juga kasus-kasus lain yang meresahkan masyarakat,” tuturnya.
Saat ini, tim Buser dan penyidik masih melakukan perburuan. Pihaknya berkomitmen bekerja transparan dan profesional hingga para pelaku berhasil ditangkap.
“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar kasus ini segera tuntas dan pelaku bisa segera kami amankan,” pungkasnya. (chi/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin