LombokPost — Lonjakan sampah saat musim pemberangkatan jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Lombok tahun ini berhasil ditekan. Kunci utamanya terletak pada langkah sederhana namun efektif: pembagian kantong sampah berwarna kuning kepada masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram memilih pendekatan preventif dengan mengajak masyarakat terlibat langsung sejak awal. Kantong sampah dibagikan kepada pedagang kaki lima hingga warga yang mengantar jemaah, terutama di kawasan padat seperti Jalan Lingkar Selatan.
“Kami tidak menunggu sampah menumpuk. Dari awal kami sudah bagikan kantong plastik ke pedagang dan warga yang mengantar jemaah,” ujar Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, Kamis (30/4).
Langkah ini terbukti efektif. Sampah yang sebelumnya kerap berserakan kini mulai terkendali.
Masyarakat pun perlahan terbiasa mengumpulkan sampah secara mandiri sebelum diangkut petugas. “Alhamdulillah responsnya positif. Mereka tinggal masukkan sampah ke kantong, lalu petugas kami yang angkut secara berkala,” katanya.
Penggunaan kantong berwarna kuning juga menjadi strategi tersendiri. Warna mencolok memudahkan petugas dalam proses penyisiran, terutama pada malam hari saat aktivitas masih tinggi.
Di lapangan, DLH tidak hanya mengandalkan partisipasi warga. Sebanyak 11 petugas disiagakan dengan sistem kerja bergilir selama 24 jam.
Didukung juga pihak Kecamatan Sekarbela untuk memperkuat pengawasan dan pengangkutan. “Petugas kami standby, dibantu kecamatan. Jadi pengangkutan bisa terus berjalan tanpa jeda,” jelasnya.
Selain itu, satu unit kontainer sampah berkapasitas besar ditempatkan di titik keramaian. Fasilitas ini mampu menampung hingga satu ton sampah per hari selama masa pemberangkatan.
Baca Juga: Harga Minyak Premium Tembus Rp 25 Ribu/Liter, Warga Mataram Ramai-ramai Buru MinyaKita
Dengan pola ini, sampah tidak lagi meluber ke saluran drainase maupun median jalan yang sebelumnya kerap menjadi titik kumuh. Kawasan sekitar asrama pun tetap terjaga kebersihannya meski aktivitas meningkat signifikan.
“Kita ingin suasana pemberangkatan tetap nyaman dan tertib. Kebersihan itu bagian dari kekhidmatan juga,” tegas Denny.
Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga kesadaran masyarakat. “Kalau masyarakat sudah ikut terlibat, pekerjaan kita jauh lebih ringan,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin