LombokPost - Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Mataram menyambut positif kolaborasi edukasi kesehatan yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan Kota Mataram di lingkungan kampus. Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah pionir dalam membangun kesadaran kesehatan di kalangan sivitas akademika.
Kepala Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Mataram Eduardus Bayo Sili, mengatakan kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia yang sering kali diabaikan, termasuk oleh kelompok terdidik.
“Saya melihat ini sebuah gerakan yang sangat bagus. Kesehatan itu kebutuhan dasar manusia, tetapi kadang setiap level kehidupan manusia, meskipun berpendidikan tinggi, tetap kurang memperhatikan aspek kesehatan,” ujarnya, Rabu (6/5).
Ia menilai kehadiran DWP Dinas Kesehatan Kota Mataram sangat membantu sivitas akademika memahami pola hidup sehat di tengah padatnya aktivitas akademik.
Baca Juga: DWP Dinas Kesehatan Mataram Gencar Kampanyekan CKG, Sasar Kampus hingga Lapas Perempuan
“Kadang-kadang kami di dalam melaksanakan berbagai tugas dan aktivitas kurang memperhatikan hal-hal kecil yang sangat mempengaruhi kesehatan kami,” katanya.
Menurutnya, kegiatan edukasi seperti itu sangat membantu karena dilakukan secara sukarela dan langsung menyentuh kebutuhan mahasiswa maupun dosen.
“Artinya kolaborasi seperti ini sangat membantu sekali. Ada lembaga yang mau secara sukarela dan gratis menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk memberikan edukasi kesehatan di kampus,” ucapnya.
Eduardus menyebut kegiatan tersebut menjadi kerja sama pertama antara DWP Dinas Kesehatan Kota Mataram dengan Program Studi Magister Kenotariatan Unram. Karena itu, ia menilai langkah tersebut dapat disebut sebagai pionir kolaborasi kesehatan di lingkungan akademik.
“Ini baru pertama. Bisa dibilang ini pionir,” katanya.
Ia menjelaskan, mahasiswa Magister Kenotariatan merupakan calon-calon notaris yang nantinya masih harus menjalani berbagai tahapan profesi, termasuk magang sebelum resmi menjadi notaris. Karena itu, kondisi kesehatan mahasiswa dinilai penting untuk diperhatikan sejak dini.
Ke depan, pihak kampus berharap kolaborasi tidak berhenti pada edukasi kesehatan semata, tetapi juga berkembang pada pengabdian masyarakat yang menggabungkan aspek kesehatan dan hukum.
“Saya tadi sudah bicara dengan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan. Ke depan selain kerja sama dengan Dharma Wanita juga dengan Pemerintah Kota Mataram untuk kegiatan penyuluhan kesehatan, hukum kesehatan, dan sebagainya yang menjadi bagian pengabdian kami sebagai perguruan tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pola kemitraan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi seperti itu perlu diperluas karena dinilai mampu melahirkan inovasi dan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau saya lihat sekarang dunia memang sedang mencari terobosan dalam kemitraan dan kerja sama untuk melahirkan hal-hal besar yang positif,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin