LombokPost — Kawasan Kantor Wali Kota Mataram di Bale Mentaram mulai bergerak menuju konsep ruang kerja hijau. Penataan landscape tidak lagi sekadar penghijauan biasa, tetapi diarahkan menjadi wajah baru perkantoran yang teduh, estetik, sekaligus berkarakter.
“Sesuai harapan Bapak Wali Kota, Bale Mentaram harus menjadi halaman depan kota, dan harus memberi kebanggaan bagi warga kota, tidak hanya dengan bangunannya tapi penataan lanskap nya yang penuh dengan taman,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi, Selasa (5/5).
Langkah awal sudah terlihat. Sejumlah pohon mulai ditanam di area depan, menandai dimulainya pembentukan konsep green office di pusat pemerintahan baru tersebut.
“Yang jelas kita tanam pohon yang estetik dan bisa meneduhkan,” imbuhnya.
Ia mengatakan, penataan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan fungsi estetika dan kenyamanan. “Seperti sekarang (kemarin, Red) yang ditanam itu pohon pule di depan,” ujarnya.
Pada tahap awal, DLH baru menanam dua pohon besar jenis pule di area depan. Penanaman akan dilanjutkan dengan tambahan pohon lain, termasuk flamboyan di sisi utara kawasan.
“Hari ini (kemarin, Red) baru dua, besok (hari ini, Red) kita tambah lagi sekitar dua belas. Ini bertahap, tidak langsung masif,” jelasnya.
Meski dimulai dari skala kecil, arah penataan sudah mengerucut. Kawasan kantor wali kota yang baru di kawasan Jempong ini ditargetkan menjadi ruang kerja yang tidak panas dan lebih ramah secara visual.
“Yang penting suasananya nyaman, asri, dan layak sebagai kantor wali kota,” tekannya.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Duel Maut Peresean di Loang Baloq Kini Punya Jadwal Rutin Tiap Bulan
Ke depan, penataan tidak hanya berhenti di area depan. DLH juga menyiapkan konsep yang lebih luas, termasuk kemungkinan menghadirkan nuansa hutan kota di bagian belakang kawasan.
“Di belakang itu lahannya masih luas. Itu yang nanti kita arahkan seperti hutan kota,” ungkapnya.
Jenis vegetasi yang dipilih pun tidak sembarangan. Selain pule dan flamboyan, DLH mulai menyiapkan pohon sukun, asam, hingga beberapa jenis tanaman yang memiliki nilai ekologis dan identitas lokal.
“Kalau Kenari sudah ada di situ dekat perpustakaan. Nanti kita kombinasikan. Jika memungkinkan kita cari juga satu dua batang pohon purba sebagai ikon,” ujarnya.
DLH bahkan mulai menjajaki tanaman dengan fungsi khusus, seperti pohon yang mampu menyerap dan menyimpan air. “Kita juga coba cari pohon kaki gajah, itu yang bisa menampung air. Tapi masih terbatas, baru dapat satu,” katanya.
Secara keseluruhan, jumlah pohon yang direncanakan cukup besar. Kawasan Bale Mentaram diproyeksikan menampung lebih dari 100 pohon dengan berbagai jenis.
“Kalau total bisa sampai seratus lebih. Nanti kombinasi berbagai jenis supaya lebih hidup,” jelasnya.
Di sisi lain, penataan landscape ini juga akan diperkuat dengan elemen air. Di bagian selatan kawasan, Dinas PUPR menyiapkan kolam retensi yang akan difungsikan sebagai penampung air sekaligus elemen estetika.
Kolam tersebut direncanakan dilengkapi air mancur untuk memperkuat kesan sejuk dan asri di kawasan perkantoran. Dengan kombinasi vegetasi dan elemen air, Bale Mentaram diarahkan tidak sekadar menjadi pusat administrasi, tetapi ruang publik yang nyaman.
Baca Juga: Ratusan Kader di Sekarbela-Ampenan Disasar, Aktivasi IKD Percepat Persiapan Digitalisasi Bansos
“Harapannya seperti itu. Modern, tapi tetap teduh. Tidak panas,” tutup Nizar.
Sebagai halaman depan, kantor Wali Kota tidak hanya s berfungsi sebagai Kantor yang bersifat pelayanan administratif, tetapi spot yang menarik pengunjung nya untuk singgah. Meski sementara saat ini hanya dihuni oleh satu OPD yaitu Dinas Kominfo dan akan dilanjutkan dengan pembangunan tahap selanjutnya.
Bale Mentaram ditekankan tetap dapat dimanfaatkan maksimal dan memberi kebangsaan bagi warga kota. “Aktivitas di sini semakin ramai, di hari-hari tertentu Bale Mentaram menjadi lokasi aktivitas olahraga komunitas lines dance" ungkap Kadis Kominfo Kota Mataram M Ramadhani. (zad/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin