Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tarif Air PDAM Jadi Biang Kerok Inflasi di Kota Mataram

Sanchia Vaneka • Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:40 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

LombokPost – Kenaikan tarif air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang tercatat sebagai salah satu komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Mataram pada bulan April 2026.

Meski inflasi secara bulanan mengalami perlambatan dibanding bulan sebelumnya, kebijakan penyesuaian tarif air bersih ini memberikan andil signifikan terhadap tekanan harga yang dirasakan masyarakat di ibu kota Provinsi NTB tersebut.

“Ada pengaruh dari kenaikan harga tarif air minum tersebut, terutama pada golongan menengah ke atas. Ini menjadi salah satu penyumbang inflasi kita,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Miftahurrahman. 

Berdasarkan data terbaru, inflasi Kota Mataram pada April 2026 tercatat sebesar 3,37 persen secara tahunan atau year on year.

Sementara itu, inflasi bulanan atau month to month berada di angka 0,11 persen, dan inflasi tahun kalender atau year to date mencapai 1,72 persen.

Meski angka bulanan ini lebih rendah dari Maret 2026 yang sempat menyentuh 0,85 persen, namun secara akumulatif, posisi April masih lebih tinggi dibanding Maret yang berada di angka 1,61 persen.

Miftahurrahman menambahkan, selain tarif air minum, komoditas lain yang turut mengerek inflasi bulanan di antaranya adalah angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, air kemasan, hingga bensin dan gula pasir.

Namun, tarif PDAM menjadi sorotan karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara luas. 

“Sama halnya dengan BBM, jika ada kenaikan pada tarif air, dampaknya pasti terasa ke berbagai sektor lainnya,” tambahnya.

Baca Juga: PDAM Ngadat! 632 KK di Rembiga Utara Krisis Air Bersih, Pemkot Turun Tangan

Jika dibandingkan dengan wilayah lain di NTB, inflasi Kota Mataram tercatat lebih tinggi daripada rata-rata Provinsi NTB yang berada di angka 3,27 persen YoY.

Mataram juga melampaui Kabupaten Sumbawa yang hanya mencatatkan inflasi 2,82 persen YoY.

Meski demikian, angka di Mataram masih lebih terkendali jika disandingkan dengan Kota Bima yang mencapai 4,23 persen YoY.

Di tingkat nasional, inflasi tahunan Kota Mataram masih berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 2,42 persen. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram untuk terus menjaga daya beli masyarakat.

Dari sisi kelompok pengeluaran, penyumbang inflasi tertinggi di Kota Mataram dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Pemkot optimis dapat menjaga tren inflasi hingga akhir tahun 2026 agar tetap berada dalam koridor target sasaran. 

“Kami targetkan inflasi tetap stabil di angka 2,5 persen dengan deviasi 1 persen, atau di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Koordinasi antar-satuan kerja dan pemantauan harga pasar akan terus diintensifkan," pungkasnya.

 

Editor : Kimda Farida
#AIR PDAM NAIK #Inflasi #PDAM Giri Menang #Tarif PDAM naik #Mataram