Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Izin Ritel Modern Distop, DPRD Mataram Khawatirkan Lonjakan Pengangguran di Tengah Krisis

Lalu Mohammad Zaenudin • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:25 WIB
Ritel modern yang beroperasi hingga malam hari.
Ritel modern yang beroperasi hingga malam hari.

 


LombokPost
– Kebijakan penghentian izin gerai Alfamart dan Indomaret baru di Kota Mataram memicu kekhawatiran baru di sektor ketenagakerjaan. DPRD Kota Mataram mengingatkan pemkot bahwa penutupan ruang investasi ritel modern ini dapat menutup peluang kerja bagi ribuan pemuda lokal, bahkan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Mataram Baiq Zuhar Parhi, menyoroti realita bahwa ritel modern selama ini menjadi salah satu sektor padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja lokal di tingkat kelurahan. Jika keran investasi ini ditutup total, maka angka pengangguran di Mataram diproyeksikan akan membengkak.

"Apalagi dengan semakin banyak yang ditutup, peluang orang kerja semakin kurang," ungkap Baiq Zuhar saat merefleksikan dampak sosial dari moratorium tersebut, Kamis (21/5/2026).

Belajar dari kasus penutupan gerai ritel modern di daerah tetangga seperti Kabupaten Lombok Tengah, Baiq Parhi merasa miris melihat nasib para pekerja yang mendadak kehilangan mata pencaharian. Ia mempertanyakan kesiapan pemkot dalam menyediakan lapangan kerja pengganti.

"Seperti di Lombok Tengah kan kasihan Kan kasihan orang-orang sudah bekerja dia mengharapkan gaji dari situ untuk menghidupi keluarganya, anak istrinya, orang tuanya, kemudian tiba-tiba ditutup. Ayo, siapa yang tanggung jawab terhadap kehidupan ekonomi mereka?" cetusnya dengan nada prihatin.

Kondisi ini diperparah oleh situasi makroekonomi saat ini di mana harga-harga kebutuhan pokok terus merangkak naik, beban hidup masyarakat semakin menjepit, sementara lapangan pekerjaan formal di Kota Mataram kian menyempit.

"Ya Allah, pengangguran ekonomi marak niki (ini). Susah harga bensin naik, harga apa naik. Semuanya naik," keluh Baiq Zuhar menggambarkan kondisi riil di masyarakat saat ini.

Ia berharap Pemkot Mataram memikirkan matang-matang nasib wong cilik sebelum mengeksekusi kebijakan moratorium secara ekstrem. Menurutnya, menekan ritel modern tanpa memperkuat fondasi UMKM terlebih dahulu hanya akan menciptakan kantong-kantong kemiskinan baru.

"Yang terdampak masyarakat. Janganlah masyarakat sudah susah lagi dibuat susah," pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #moratorium ritel modern #ancaman phk ritel modern #baiq zuhar parhi