LombokPost – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mataram memberikan apresiasi tinggi sekaligus catatan kritis atas keberhasilan pemerintah setempat meraih penghargaan bidang creative financing atau pengelolaan keuangan kreatif dari pemerintah pusat. Selain sukses membawa pulang piala penghargaan, prestasi prestisius ini juga memberikan keuntungan finansial langsung bagi daerah berupa dana insentif sebesar 3 miliar rupiah.
"Artinya pembiayaan pembangunan atau program-program di kota Mataram ini bisa juga ditopang selain dari APBD," kata Ketua Komisi II Bidang Perekonomian DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto, Sabtu (23/5).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menyatakan bahwa perolehan dana insentif non-APBD ini menjadi angin segar bagi postur anggaran daerah. Skema kolaborasi yang dilakukan oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan pihak ketiga terbukti mampu meringankan beban anggaran murni milik daerah.
Salah satu contoh nyata dari penerapan pembiayaan kreatif ini terlihat pada kinerja Dinas Pariwisata yang dinilai sukses menggelar berbagai kegiatan tanpa bergantung penuh pada dana daerah. Instansi tersebut aktif menjalin kemitraan dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta bank daerah untuk menyokong pembiayaan berbagai agenda pariwisata kota.
"Termasuk kami di Komisi II akan menjadikan hal ini menjadi pendorong," tegas Irawan.
Kendati demikian, Komisi II menegaskan tidak ingin larut dalam euforia prestasi dan menjadwalkan pemanggilan terhadap dinas-dinas terkait dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut sengaja dirancang untuk membedah secara rinci indikator keberhasilan serta mendalami faktor-faktor yang menjadi alasan utama perolehan penghargaan tersebut.
Langkah ini dirasa sangat penting agar legislatif dapat mengawal dan memastikan dana insentif sebesar 3 miliar rupiah dari pemerintah pusat tersebut dialokasikan tepat sasaran. Dewan berkomitmen penuh agar anggaran itu digunakan untuk mendanai program-program inovatif lanjutan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
"Kita akan dalami lagi faktor-faktornya apa, kemudian apa kreativitas segala macam," cetus legislator PKS tersebut.
Irawan mengingatkan bahwa sebuah penghargaan tidak boleh menjadi titik akhir dari kinerja birokrasi, melainkan harus menjadi standar baru yang terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Seluruh jajaran aparatur daerah kini ditantang melahirkan inovasi baru secara konsisten demi memberikan kemaslahatan nyata bagi pembangunan di Kota Mataram.
"Malah ini menjadi PR dan dorongan yang lebih," ujar Irawan menutup penjelasannya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin