LombokPost – Dinas Perhubungan Kota Mataram terus melakukan pembenahan fasilitas transportasi publik guna menciptakan kawasan kota yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni penataan kurva halte di sejumlah titik transportasi publik di Kota Mataram.
Penataan ini berkenaan dengan semakin antusiasnya masyarakat menggunakan layanan Trans Mataram dan Trans Bening. Sebuah layanan angkutan gratis bagi masyarakat dan pelajar untuk mendukung transportasi massal.
Penataan tersebut dilakukan Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Mataram sebagai bagian dari penguatan program Mataram HARUM (Harmonis, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri) menuju transportasi publik berkelanjutan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin mengatakan, pembenahan kawasan halte bukan sekadar persoalan fisik atau estetika semata. Lebih dari itu, halte menjadi bagian penting dalam membangun sistem transportasi publik yang tertib dan nyaman bagi masyarakat.
“Penataan kurva halte ini untuk kepentingan estetika, kemudian menciptakan ruang transportasi publik yang aman, nyaman, tertib, dan ramah bagi masyarakat pengguna angkutan umum,” ujarnya, Rabu (20/5).
Menurutnya, keberadaan halte yang tertata baik akan memberi rasa aman bagi masyarakat saat menggunakan layanan transportasi umum. Termasuk mendukung ketertiban lalu lintas di kawasan perkotaan.
Ia menjelaskan, penataan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Selain pembersihan kawasan halte, Dishub juga melakukan pembenahan fasilitas pendukung agar fungsi halte dapat berjalan lebih optimal.
“Halte ini menjadi tempat naik turun penumpang, menjadi bagian dari wajah kota yang tertata dan mendukung transportasi publik berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Kabid Angkutan Dishub Kota Mataram Agus Sunandar mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan dan penataan kawasan halte. Agar tetap bersih dan nyaman digunakan masyarakat.
“Langkah ini meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Menurut Agus, fasilitas transportasi publik yang baik akan mendorong masyarakat lebih tertarik menggunakan angkutan umum. Karena itu, pembenahan halte dinilai penting dilakukan secara berkelanjutan.
“Melalui pembenahan fasilitas halte dan kawasan sekitarnya, kami berharap minat masyarakat menggunakan transportasi publik juga semakin meningkat,” harapnya.
Dishub memastikan penataan fasilitas transportasi publik akan terus dilakukan. “Ini sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi kota yang lebih modern, tertib, dan berkelanjutan,” pungkasnya.