
LombokPost - Tesla Inc. mulai meluncurkan teknologi Full Self-Driving (FSD) Supervised atau mengemudi otonom di Tiongkok. Sistem FSD Supervised mengandalkan akal imitasi (AI) yang dilatih menggunakan jutaan data video dari pengalaman berkendara nyata dan bukan sekadar pemrograman aturan statis.
Dilansir dari The Wall Street Journal, Tesla menyebut bahwa FSD Supervised telah tersedia di Tiongkok sebagai negara kesepuluh di dunia.
Sebelumnya, selain negara-negara Benua Amerika, FSD Supervised telah masuk ke Benua Asia ke Korea Selatan, lalu Benua Australia (Australia dan Selandia Baru), serta Benua Eropa melalui Belanda dan Lithuania.
Efek Kedatangan Musk
Di Tiongkok, peluncuran itu tidak lepas dari dinamika geopolitik dan bisnis yang melibatkan CEO Tesla Elon Musk.
Pekan lalu, Musk melakukan kunjungan ke Beijing dalam rangkaian agenda bisnis besar bersama delegasi yang hadir dalam pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Persetujuan tersebut memperkuat posisi Tesla di pasar kendaraan listrik Tiongkok, sekaligus menempatkan perusahaan pada kompetisi langsung dengan pemain lokal yang juga mengembangkan teknologi serupa.
Di antara mereka, XPeng menjadi salah satu yang paling sering dibandingkan dalam kemampuan sistem mengemudi otonom.
”Langkah ini merupakan katalis positif bagi industri otomotif Tiongkok karena akan mempercepat pengembangan teknologi mengemudi otonom di Tiongkok,” kata Analis CCB International, Qu Ke.
Baca Juga: Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump, Fokus Lagi ke Tesla di Tengah Penurunan Penjualan
Dalam pandangan Qu, kondisi tersebut menjadi semakin relevan di tengah pelemahan pasar.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




