Sebelumnya, kantor camat ini sempat rusak diguncang gempa Agustus 2018 lalu. Sehingga pemkot memprioritaskan agar kantor pelayanan bagi masyarakat dibangun baru. “Kita harus bangkit,” kata orang nomor satu di Kota Mataram ini.
Dengan rampungnya pembangunan kantor ini tidak ada alasan pihak kecamatan tidak melayani masyarakat. Keberadaan bangunan baru bisa menjadikan semangat baru bagi ASN di kantor Camat Ampenan. “Kita harus melayani masyarakat lebih baik lagi,” ujarnya pria asal Dasan Agung ini.
Ia mengingatkan peran penting musyawarah masyarakat melalui program Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM). Guna meningkatkan pembangunan serta menaikkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan membuat perencanaan yang baik akan menuntaskan persoalan maupun isu-isu yang ada di tengah masyarakat,” sebut Ahyar.
Adapun Kecamatan Ampenan sendiri memiliki beberapa isu strategis: Pertama, pengembangan konsep tepi air melalui penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jangkuk dan kawasan pesisir. Kedua revitalisasi Kota Tua Ampenan. Disertai pengaktifan kembali Pelabuhan Ampenan sebagai pelabuhan khusus, sebagai pusat pariwisata, pusat perdagangan, dan pusat kuliner jajanan asli Sasak.
Ketiga alih fungsi bandara selaparang dan pemanfataan eks bandara Selaparang. Keempat pengembangan dan penataan pesisir pantai serta pembangunan rusunawa bagi masyarakat pesisir di Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan. Kelima pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga dengan sistem perpipaan yang didukung oleh penerapan teknologi yang ramah lingkungan.
Pentingnya isu-isu strategis tersebut, Ahyar menghimbau seluruh peserta MPBM agar mengikuti acara dengan sebaik-baiknya. Terlebih tahun ini adalah tahun terakhir MPBM dalam kerangka kerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. “Semangat kita adalah semangat menuntaskan apa yang direncanakan selama lima tahun,” ujarnya.
Ahyar berharap semua peserta bisa mengikuti kegiatan MPBM denhan serius. Sehingga persoalan-persoalan di Kecamatan Ampenan bisa terkanalisasi dengan baik.
Sementara itu Camat Ampenan Syamsul Irawan menuturkan, persoalan yang utama diselesaikan di Ampenan masalah warga yang tinggal di hunian sementara (Huntara). Saat ini pihaknya menyiapkan listrik dan air bersih bagi warga agar bisa nyaman. “Warga akan mendapat subsidi untuk pembelian kilometer,” ujarnya.
Jika nantinya Rusunawa sudah rampung lanjut dia, tentu warga yang tinggal di Huntara bisa memindahkan kilometer yang akan dipasang sekarang ini ke Rusunawa. “Tinggal dipindahkan,” tuturnya. (jay/r3) Editor : Administrator