Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada Virus Korona, Jaga Jarak dan Hindari Jabat Tangan!

Redaksi Lombok Post • Kamis, 19 Maret 2020 | 17:13 WIB
TES SUHU TUBUH: Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito dicek suhu tubuhnya menggunakan thermal gun di Kantor Pemkot Mataram, Selasa (17/3) lalu.
TES SUHU TUBUH: Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito dicek suhu tubuhnya menggunakan thermal gun di Kantor Pemkot Mataram, Selasa (17/3) lalu.

MATARAM-Sebagian warga Kota Mataram mulai waspada. Bahkan, mereka mulai menghindari jabat tangan. “Ini sudah benar. Salah satu bentuk pencegahan,” kata dr Wahyu Sulistya Affarah, Akademisi Universitas Mataram (Unram).


Diungkapkan, dalam kondisi saat ini, jabat tangan tidak mesti dilakukan. Karena dengan bersentuhan langsung membuat virus ini gampang menular. "Apalagi kita tidak tahu mana warga yang terjangkit Korona atau tidak," ucap perempuan berjilbab ini.


Menurutnya, Korona ini sebenarnya sama seperti virus lainnya. Dari 100 yang positif, kemungkinan meninggalnya hanya sekitar tiga orang. Sisanya bisa diobati.


Terkait banyaknya warga yang meninggal karena Korona. Ia mengatakan, bukan saja karena terjangkit Korona, namun karena mereka mengidap penyakit lain. Seperti sakit jantung, tipes, dan bisa juga usianya yang sudah sepuh.


“Saya rasa, yang terkena Korona ini ada riwayat penyakit lain juga,” ucap perempuan yang menjadi dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unram ini.


Namun, ia tetap mengimbau semua orang untuk tetap waspada. Tapi tidak berlebihan atau panik. Misalnya, yang sehat ini tidak perlu menggunakan masker. “Yang sakit baru menggunakan masker agar tidak menularkan penyakit yang dibawanya,” terangnya.


Pencegahan virus ini juga perlu kesadaran dari masyarakat sendiri. Jika ada gejala demam disertai flu, agar melaporkan diri atau memeriksakan diri ke rumah sakit. Menurutnya, Korona akan berdampak fatal pada orang yang kondisi tubuhnya lemah atau lagi sakit.


"Untuk pencegahan, saya sarankan cuci tangan sebelum atau sesudah melakukan aktivitas. Makan-makanan yang sehat atau yang dimasak. Intinya, terapkan pola hidup bersih,” pesannya.


Sementara itu, RSUD Kota Mataram kembali memperketat aturan bagi pasien dan keluarga pasien. "Khusus pasien rawat inap tidak diperbolehkan untuk dibesuk. Lalu, ada kebijakan bahwa penunggu pasien rawat inap maksimal dua orang," kata Humas RSUD Kota Mataram Lalu Hardimun.


Sementara itu, untuk pendamping pasien rawat jalan maksimal satu orang. Kemudian di susul, pengunjung anak-anak dibawah usia 12 tahun dilarang masuk rumah sakit. Lalu, untuk pintu gerbang parkiran akan dikunci pada pukul 22.00 Wita. Dan akan dibuka kembali pada pukul 06.00 Wita.


“Bagi dokter/petugas yang melakukan operasi/visited dan tindakan lain pada jam tersebut, agar parkir di parkiran depan,” jawabnya.


Sebagai informasi, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) telah lebih dulu mengeluarkan surat imbauan. Guna meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Seperti meniadakan/membatasi jam besuk, pembatasan jumlah penunggu, pemeriksaan suhu bagi pembesuk. Hingga semua penunggu wajib mencuci tangan dan memakai hand sanitizer.


“Kebijakan ini sudah diberlakukan, dan telah diaktifkan di RSUD Kota Mataram. Guna meminimalisir penyebaran virus Korona,” kata Kabid Pelayanan Medik RSUD Kota Mataram dr Emirald Isfihan pada Lombok Post, kemarin. (tea)


Sementara Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra mengatakan, semua ruangan di rumah sakit sudah disterilkan. Pihaknya menyemprotkan disinfektan di setiap ruangan. Seperti kamar mandi, lift, kursi-kursi pengunjung, dan sebagainya. “Kita gunalan florin untuk pemyemprotan” ujarnya. (jay/tea/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Kota Mataram #Virus Korona #Headline #jabat tangan