Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suhu di Tanah Suci 36 Derajat Celcius

R
Penulis: Redaksi❯
RUKUN ISLAM KELIMA: Para JCH asal NTB sudah tiba di Madinah, untuk melaksanakan ibadah sebelum puncak Haji, belum lama ini. (KEMENHAJ NTB FOR LOMBOK POST)
RUKUN ISLAM KELIMA: Para JCH asal NTB sudah tiba di Madinah, untuk melaksanakan ibadah sebelum puncak Haji, belum lama ini. (KEMENHAJ NTB FOR LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Hingga Ahad (26/4) pukul 18.00 WIB, sebanyak 1.945 jamaah calon haji (JCH) NTB telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Mereka didampingi 20 petugas sehingga total keseluruhan mencapai 1.965 orang.

“Seluruh kursi penerbangan terisi penuh tanpa adanya open seat,” terang Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB Lalu Muhamad Amin, tadi malam (27/4).

Advertisement

Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Mataram terus melakukan pemantauan intensif, terhadap kondisi kesehatan JCH asal NTB yang kini berada di Madinah.

Memasuki fase awal ibadah, faktor kelelahan dan adaptasi lingkungan menjadi tantangan utama bagi para jamaah, khususnya lansia.

Advertisement

Ketua Tim Kerja 4 BKK Kelas 1 Mataram dr Ferry Wardhana mengungkapkan saat ini risiko kesehatan yang paling banyak ditemui pada lima kloter awal adalah kelelahan fisik.

Hal ini diperparah oleh keinginan jamaah untuk mengejar ibadah Arbain, tanpa mengukur kemampuan tubuh. “Risiko kesehatan banyak muncul saat tiba karena kelelahan, ditambah keinginan mengejar Arbain,” jelasnya.

Selain itu, banyak jamaah yang merasa kurang sehat karena tidak terbiasa dengan makanan yang disajikan, mengingat perbedaan menu antara di Lombok dan di Madinah.

Ferry juga menyoroti fenomena jamaah lansia yang mulai mengalami kebingungan. Perubahan lingkungan yang drastis serta kerumunan massa yang besar membuat banyak jamaah lansia kehilangan arah hingga tersesat. 

Menurutnya, kondisi tersebut bukan murni demensia, melainkan penurunan kognitif yang dipicu oleh faktor usia, kelelahan, dan penyakit penyerta (komorbid). 

Penurunan kognitif ini sering diperburuk oleh penyakit komorbid seperti hipertensi atau diabetes. Bahkan, dr Ferry mencatat adanya insiden jamaah yang terjebak di dalam lift karena belum terbiasa menggunakan fasilitas teknologi tersebut di hotel tempat mereka menginap.

Advertisement
Editor : Redaksi
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tenaga Kesehatan Pesisir Diperkuat Tangani Cedera Penyelaman

Tenaga Kesehatan Pesisir Diperkuat Tangani Cedera Penyelaman

65 tenaga kesehatan di kawasan wisata selam Lombok mengikuti pelatihan penanganan awal dan rujukan pasien dengan cedera penyelaman.

383 Nakes dan 68 Ambulans Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2026

383 Nakes dan 68 Ambulans Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2026

Dikes NTB menyiapkan 383 tenaga kesehatan, ambulans, tenda medis, dan pos kesehatan untuk mendukung MotoGP Mandalika 2026.

Penanganan Patah Tulang dan Trauma Pascagempa Jadi Fokus Tim Medis NTB di NTT

Penanganan Patah Tulang dan Trauma Pascagempa Jadi Fokus Tim Medis NTB di NTT

Pemprov NTB mengirim puluhan tenaga kesehatan, ambulans, dan logistik medis untuk membantu penanganan korban gempa NTT.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer