MATARAM-Pengemis anak bermunculan. Meminta-minta di sejumlah simpang empat di Kota Mataram. Pascadiliburkannya kegiatan pendidikan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus korona.
Salah satunya nampak di simpang lima Ampenan dan simpang empat di Jalan Majapahit. Anak-anak yang sebenarnya masih dalam usia sekolah, justru menjadi pengemis.
Cara mereka meminta sudah pada taraf mengganggu pengendara. Sedikit memaksa dengan menempelkan wajah ke jendela mobil.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati mengatakan, satgas sosial terus memantau kondisi di lapangan. Apalagi setelah imbauan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di seluruh jenjang pendidikan. ”Tetap melaksanakan tugas. Tidak libur,” kata Asna.
Mengenai pengemis di simpang lima Ampenan, sudah juga terpantau Satgas Sosial. Mereka bahkan sempat menangkap anak-anak tersebut. Asna mengatakan, anak-anak di sana berasal dari Lingkungan Pelembak dan Batu Gepeng, Kelurahan Ampenan Utara.
Mereka, lanjut Asna, juga berstatus anak-anak putus sekolah. ”Dari keluarga broken home juga. Jadi bukan anak-anak sekolah yang libur terus mengemis,” tuturnya.
Setelah ditangkap, petugas sebenarnya hendak membawa mereka ke Panti Sosial Paramita.di Labuapi, Lombok Barat. Hanya saja, ketika dibawa, saat itu pelayanan di Panti Paramita sudah tutup.
”Akhirnya ya kita bawa kembali ke rumahnya. Minta lingkungan untuk melakukan pembinaan,” ujar dia.
Asna mengimbau, jika masyarakat melihat gelandangan dan pengemis (gepeng) berkeliaran diharapkan bisa melaporkannya kepada petugas. Setelah menerima laporan, petugas bisa langsung melakukan penindakan.
”Kita terus pantau. Kalau ketemu, tolong fotokan, kami eksekusi. Satgas langsung meluncur,” tegas Asna.
Surat edaran Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh meminta masyarakat untuk beraktivitas di rumah saja. Kegiatan pendidikan juga sudah mulai libur dari Rabu pekan lalu. Begitu pula ASN Pemkot Mataram, sebagian sudah mulai bekerja dari rumah.
Kebijakan ini diambil guna menekan penyebaran virus korona. Meski Kota Mataram belum ada kasus, tapi perlu bagi pemkot untuk mengimbau masyarakat agar tetap waspada.
Tidak cukup dengan imbauan, OPD juga diminta proaktif untuk melakukan pengawasan. Salah satu yang ditugasi adalah Satpol PP Kota Mataram. Komandan Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati mengatakan, setiap hari petugas turun. Mendatangi pusat permainan, seperti warnet dan game online.
Petugas juga datang ke tempat hiburan, kafe-kafe yang berada di mal. Hingga datang ke salon dan spa. ”Kita turunkan dua regu. Masing-masing regu ada lima petugas. Itu untuk mengawasi seluruh Kota Mataram,” kata Bayu.
Petugas Satpol PP yang turun lapangan memberi sosialisasi kepada masyarakat. Mengingatkan mengenai social distancing dan bahayanya virus Korona.
Tindakan tegas juga diambil petugas. Ketika menemukan banyak anak usia sekolah, yang berada di warnet maupun game online. Mereka diminta untuk bubar dan pulang ke rumah masing-masing.
”Petugas akan terus turun sampai situasi sudah aman. Jadi kita minta warga juga patuhi imbauan dari pemerintah,” tegas Bayu. (dit/r5)
Editor : Redaksi Lombok Post