MATARAM-Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tetap mengumumkan perankingan hasil tes seleksi kemampuan dasar (SKD). Meski pelaksanaan tes seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Kota Mataram tertunda.
”Kalau sudah selesai tahap validasinya, kami dikirimkan rankingnya, online,” kata Kepala BKPSDM Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati.
Pengumuman ranking SKD rencananya dilakukan mulai tanggal 22 Maret hingga hari ini. Tapi semuanya bergantung lagi pada pusat. Jika hasil untuk Kota Mataram sudah didefinitifkan, mereka bisa menerima lebih dulu. Tanpa harus menunggu daerah lain.
”In syaa Allah kita umumkan Senin (hari ini) pukul 00.00 Wita,” ujarnya.
Berdasarkan jadwal dari pusat, pelaksanaan SKB dilakukan dari tanggal 25 Maret hingga 13 April. Pemerintah daerah mengajukan waktunya pelaksanaannya selama rentang waktu tersebut.
Nelly mengatakan, pelaksanaan SKB untuk Kota Mataram semula sudah diajukan. Pada tanggal 25 hingga 26 Maret ini. Hanya saja, ada instruksi lanjutan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Merespons mengenai wabah Korona di sejumlah daerah.
”Kita menunggu lagi arahan selanjutnya. Yang pasti untuk tanggal 25 dan 26 itu tidak bisa kita laksanakan,” ujarnya.
Pemkot Mataram sebenarnya berharap bisa tetap mengadakan tes SKB. Dengan pertimbangan wilayah yang belum masuk kategori endemis virus Korona, setidaknya hingga 21 Maret. Hanya saja, instruksi pusat tetap harus dipatuhi.
Kata Nelly, mereka berharap kondisi ini cepat berlalu. Sehingga masyarakat bisa hidup tenang. Dan pelaksanaan tes SKB bisa dilangsungkan. ”Kita berdoa supaya cepat hilang virus korona ini,” tutur Nelly.
Lebih lanjut, dalam proses penyampaian hasil SKD di panitia seleksi nasional (panselnas), BKPSDM menyampaikan satu persoalan. Terkait pelamar yang lolos passing grade untuk formasi tenaga kesehatan.
Kata Nelly, yang bersangkutan dulu pernah berstatus ASN di RSUD NTB. Dari laporan yang mereka terima, pelamar tersebut rupanya mengundurkan diri. ”Tidak bisa lolos kalau seperti itu. Tapi sudah kita laporkan ke Kemenpan-RB,” katanya.
Dari 4.267 peserta yang mengikuti SKD, sebanyak 2.185 memenuhi passing grade. Tapi tidak semuanya akan mengikuti tes SKB. Ada 621 pelamar yang berhak untuk tes SKB. ”Yang ikut SKD tiga kali formasi yang dibutuhkan,” kata Kabid Pengembangan Aparatur BKPSDM Kota Mataram H Ahmad Mujahidin.
Kota Mataram sebelum mengajukan 300 formasi CPNS. Tapi hanya diberi jatah sebanyak 275. Dalam proses seleksi hingga tahap SKD lalu, ada dua formasi yang tidak terisi. Akibat pelamarnya tidak lulus passing grade. Yakni anestesi di RUSD Kota Mataram. (dit/r5)
Editor : Redaksi Lombok Post