MATARAM-Kali ini Pemkot Mataram bakal lebih tegas. Warga kota yang tak ingin mengolasi dirinya sendiri, bakal dijemput petugas kesehatan. ”Kita yang bakal isolasi dia,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, kemarin.
Dalam beberapa hari ke depan, Kota Mataram bakal kedatangan ratusan. Bahkan ribuan warga kota yang baru pulang dari luar daerah. Sudah ada protokol kesehatan yang jelas mengenai kedatangan mereka.
Di tengah pandemi Korona, setiap mereka yang datang harus menjalani screening kesehatan secara ketat. Guna mengantisipasi bertambahnya kasus positif di Kota Mataram.
Langkah ini tak lepas dari tiga kasus PDP positif. Ketiganya positif setelah pulang dari luar daerah. Usia mengunjungi zona merah virus Korona. Satu orang dari Jakarta dan dua orang lainnya pernah mengunjungi Bogor, serta Gowa.
Ahyar menerangkan, screening untuk kesehatan sudah menjadi keputusan bersama. Yang harus diikuti masyarakat setelah bepergian dari luar daerah.
Hasil pemeriksaan nanti, akan menentukan apakah yang bersangkutan harus menjalani isolasi di bawah pengawasan petugas kesehatan. Atau melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
”Tergantung hasil dari pemeriksaan itu,” ujar Ahyar.
Kata Ahyar, pemkot terus melakukan antisipasi warga yang mudik. Tenaga kerja yang baru pulang dari luar negeri. Maupun pelajar dan mahasiswa yang berada di pulau Jawa. Mereka yang datang tidak diberikan izin untuk langsung pulang ke rumah.
Jika ada yang seperti itu, Ahyar meminta tetangga di sekitar untuk melaporkan kepada petugas di RT maupun lingkungan. ”Itu makanya, kalau memang masih susah, pemkot sendiri yang akan menjemput mereka untuk dilakukan isolasi,” tuturnya.
Sementara itu, Kadis Kominfo Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, kerja untuk melawan virus Korona tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Masyarakat juga perlu terlibat.
Salah satu caranya, tentu dengan membatasi aktivitas di luar rumah. Untuk mereka yang baru pulang dari luar daerah, diharapkan bisa melakukan isolasi mandiri. Meski dalam keadaan sehat.
”Kita berjaga-jaga saja. Ini juga untuk kebaikan bersama,” kata Suwandiasa. (dit/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post