Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wabah Korona, Revitalisasi Taman Loang Baloq Tertunda

Administrator • Minggu, 26 April 2020 | 23:28 WIB
REVITALISASI TERTUNDA: Beberapa orang memancing di kawasan pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Selasa (31/3). Obyek wisata ini sedianya akan direvitalisasi tahun ini. Namun tertunda akibat wabah virus Korona.
REVITALISASI TERTUNDA: Beberapa orang memancing di kawasan pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Selasa (31/3). Obyek wisata ini sedianya akan direvitalisasi tahun ini. Namun tertunda akibat wabah virus Korona.
MATARAM-Revitalisasi Taman Loang Baloq diajukan kembali Dinas Pariwisata (Dispar). Pengajuan dilakukan tahun depan. Usai pandemi Korona berakhir. ”Pasti diajukan kembali karena tahun ini batal terlaksana,” kata Kadispar Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, Jumat (24/4) lalu.

Denny mengatakan, semula Taman Loang Baloq bisa mulai dibangun dari bulan lalu. Apalagi anggaran pembangunan sudah siap. Yakni sebesar Rp3,4 miliar. Dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Selain itu, perencanaan untuk revitalisasi juga sudah selesai. Termasuk ekspose dari Dispar Kota Mataram. Dalam rencana pembangunan ini, Dispar mengedepankan ruang terbuka. Dengan memoles lanscape Taman Loang Baloq di sisi selatan.

Di sana akan dibangun sejumlah lapak untuk pedagang. Guna mengakomodasi puluhan penjual ikan bakar di sekitar Taman Loang Baloq. Selain itu, disiapkan juga musala untuk salat wisatawan. Ada juga berugak atau gazebo yang bisa dimanfaatkan pengunjung.

Hanya saja, rencana tersebut urung dilakukan. Setelah virus Korona mewabah dana transfer banyak yang dipangkas. Salah satunya DAK. Imbasnya, proyek revitalisasi Taman Loang Baloq pun tak bisa dikerjakan tahun ini.

”Padahal sudah masuk proses untuk SKRK. Jadi sedikit lagi tinggal dibangun saja,” ujar Denny.

Meski batal direvitalisasi tahun ini, Denny menyebut Taman Loang Baloq akan tetap dipercantik. Dispar Kota Mataram akan kembali mengajukan permintaan anggaran ke pemerintah pusat.

Nilainya bakal lebih besar dari anggaran yang diberikan sebelumnya. ”Disesuaikan dengan kebutuhan sebenarnya, Rp5 miliar. Kita minta lagi tahun depan, diajukan kembali. Kemarin kan dikasih Rp3,4 miliar tapi ditarik lagi,” katanya.

Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, DAK yang ditunda hanya untuk kegiatan fisik. Sementara DAK di Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan tetap digelontorkan.

”Total DAK itu sekitar Rp40 miliar. Tapi yang tidak diutak-atik itu di Dikes dan Disdik,” kata Mahmuddin.

Proses tender juga dihentikan untuk proyek menggunakan APBD Kota Mataram. Tahun ini, ada 37 proyek senilai sekitar Rp59 miliar. Hingga Maret ini ada lima paket proyek yang masuk laman LPSE milik Pemkot Mataram.

Empat proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Peningkatan jalan di Banda Seraya/Wirasenggala dan Komplek Ahmad Yani. Masing-masing proyek senilai Rp7,8 miliar dan Rp2 miliar.

Kemudian ada supervisi kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi dengan nilai proyek Rp155 juta. Serta pemeliharaan berkala atau rehabilitasi jalan paket satu senilai Rp2,3 miliar. Satu proyek lainnya milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram. Yakni pengadaan truk dobel kabin dan kelengkapannya. Proyek ini dilelang dengan harga Rp 1,7 miliar.

”Seluruhnya dibatalkan itu, berdasarkan surat dari Kemenkeu. Kalau ada yang sudah kontrak sebenarnya bisa berlanjut, tapi ini kan masih lelang, belum ada kontrak,” tuturnya. (dit/r3) Editor : Administrator
#Loang Baloq #Dispar Mataram #Nizar Denny Cahyadi