Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rawan Kejahatan, Dewan Minta Pemkot Mataram Nyalakan Lampu Penerang Jalan

Administrator • Kamis, 14 Mei 2020 | 18:09 WIB
Sempat Nyala : Suasana jalan Airlangga Mataram menuju perempatan Bank Indonesia, Kota Mataram, Selasa  (21/4) dini hari.
Sempat Nyala : Suasana jalan Airlangga Mataram menuju perempatan Bank Indonesia, Kota Mataram, Selasa (21/4) dini hari.
MATARAM-Kebijakan Pemerintah Kota Mataram padamkan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) tidak berhasil mengurangi transmisi lokal Pandemi Covid-19. Faktanya kasus positif korona terus meningkat di ibu kota. Tidak hanya orang tua yang terkena tetapi anak kecil pun ikut positif.

Sejumlah anggota dewan pun meminta pemkot mengevaluasi lagi kebijakan memadamkan lampu PJU. “Sebaiknya jam malam tidak ditandai dengan pemadaman lampu,” kritik politisi Partai Golkar Rino Rinaldi, kemarin (13/5).

Bukannya berhasil cegah penyebaran pandemi, pemadaman JPU malah menambah persoalan baru. Salah satunya aksi kriminalitas  meningkat di ibu kota. “Keadaan gelap hanya memancing kejahatan berupa pencurian dengan kekerasan, perkumpulan (dan rencana) jahat lebih banyak di kegelapan,” cetusnya.

Menyalakan lampu PJU juga akan memudahkan kerja petugas keamanan menggelar patroli. “Pengawasan lebih pada action petugas (membubarkan keramaian)” ulasnya.

Menyalakan JPU memang berpotensi pancing kerumuman warga. Terutama tongkrongan anak-anak muda. Tetapi itu bisa diatasi dengan menambah jumlah personil patroli. “Tidak hanya satpol PP tetapi aparat gabungan TNI dan polisi,” ulas Anggota DPRD Kota Mataram itu.

Rino sempat mendengar bila Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana pernah meminta lampu PJU kembali dinyalakan. Tetapi dia heran mengapa permintaan itu belum dilaksanakan OPD teknis. “Itu sudah beberapa minggu yang lalu (diminta Mohan untuk dinyalakan)” ulasnya.

Pemerintah juga tidak perlu egois apalagi gengsi mengoreksi kebijakan yang kurang tepat. “Ndak perlu malu mengakui kesalahan,” ujarnya.

Pemadaman lampu terbukti tidak berhasil mencegah transmisi lokal. Apalagi pada siang hari masih memungkinkan untuk kumpul-kumpul dan beraktivitas lalu-lalang seperti biasa. “Covid itu tidur saat manusia tidur dan bangun saat manusia beraktivitas,” pungkasnya.

Ismul Hidayat, anggota DPRD Kota Mataram lainnya menyampaikan kritikan serupa. “Memadamkan lampu kurang tepat,” katanya.

Seharusnya jam malam diberlakukan dengan meningkatkan patroli aparat keamanan. “Mengawal edaran social distancing yang dibuat Satgas covid-19 Kota Mataram,” ulas politisi PKS itu.

Alih-alih menghindari kerumunan, pada sore hari kerumuman warga masih terlihat padat. “Bahkan malam hari (sekalipun dipadamkan) masih ada, pemkot harus evaluasi dong kebijakannya,” pintanya. (zad/r2). Editor : Administrator
#Rino Rinaldi #Ismul Hidayat #lampu jalan #Ahyar Abduh