Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pilkada, Revitalisasi Pasar Kebon Roek Ditunda

Administrator • Selasa, 9 Juni 2020 | 15:44 WIB
TIDAK JADI PINDAH: Revitalisasi Pasar Kebon Roek urung dilakukan tahun ini. Imbas dari pelaksanaan pilkada dan pandemi Covid-19 di Kota Mataram.(Ivan/Lombok Post)
TIDAK JADI PINDAH: Revitalisasi Pasar Kebon Roek urung dilakukan tahun ini. Imbas dari pelaksanaan pilkada dan pandemi Covid-19 di Kota Mataram.(Ivan/Lombok Post)
MATARAM-Pembangunan pasar Kebon Roek baru berpotensi mengalami penundaan. ”Persoalannya begini, kita mau lakukan pilkada,” kata Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, Senin (8/6).

Konsep pembangunan pasar menggunakan cara bangun, guna, serah (BGS). Investor yang akan membangun dan memanfaatkannya dalam jangka waktu tertentu, biasanya 30 tahun. Kemudian, setelah 30 tahun, bangunan akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah.

Kata Mahmuddin, pemkot menjaga kemungkinan-kemungkinan terburuk menjelang pilwali. Terutama soal pergantian kepala daerah. Sebab, bisa saja kepala daerah yang baru tidak berkenan melanjutkan proyek.

”Jadi agak sulit karena kita mau pilkada ini. Siapa tahu kepala daerah baru ada kebijakan tersendiri,” ujarnya.

Adanya pilwali membuat pemkot harus mengkaji lebih lanjut. Atas rencana revitalisasi Pasar Kebon Roek. Bahkan, tak menutup kemungkinan pembangunan tersebut akan dilakukan setelah gelaran pilwali selesai.

”Mungkin lebih baik kita tunggu setelah pilkada. Nanti persoalan ini akan kita laporkan juga ke pimpinan,” kata Mahmuddin.

Mantan Kadis PUPR ini menyebut, pemkot tak ingin terburu-buru menyambut tawaran dari investor. Untuk membangun Pasar Kebon Roek Baru. Mereka masih ingin memastikan, investor tidak main-main atas rencana tersebut.

Maret lalu, pemkot berencana bertolak menuju Kota Metro di Bandar Lampung. Untuk melakukan studi banding. Di sana, investor yang hendak membangun Kebon Roek, pernah melakukan kerja sama dengan Pemkot Metro.

Pemkot ingin mengetahui seperti apa pola kerjasama yang dilakukan di sana. Termasuk mengenai hasilnya. Hanya saja, rencana tersebut urung dilakukan akibat pandemi covid.

”Artinya kita butuh persiapan juga. Supaya tidak salah,” ucapnya.

Jika pemkot hendak mengulur waktu, tidak demikian dengan investor. Kata Mahmuddin, investor terus mengejar pemkot. Menanykan mengenai perkembangan dari tawaran yang mereka berikan. Apakah bisa ditindaklanjuti dengan menandatangani nota kesepahaman atau tidak.

”Investor sudah siap. Mereka mengejar terus. Tapi, untuk sementara kita belum bisa lakukan pertemuan,” kata Mahmuddin.

Sebelumnya, Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, baru satu perusahaan yang berminat. Meski begitu, pemkot masih membuka pintu untuk investor lain masuk dan melakukan pembangunan Pasar Kebon Roek.

”Baru Nolimax Jaya yang masuk,” kata Eko.

PT Nolimax Jaya diketahui telah memaparkan konsep. Rencana pembangunan Pasar Kebon Roek Baru. Sekda menyebut konsep yang ditawarkan berupa kerjasama dengan sistem BGS. Sama halnya seperti PT PCF di Mataram Mall.

Untuk desain pembangunannya, Pasar Kebon Roek baru rencananya akan menempati lahan seluas empat hektare. Bisa ditambah dua hektare, menjadi enam hektare, apabila jadi dibuatkan fasilitas pengelolaan sampah.

Lahan empat hektare yang sekarang, sudah dibebaskan. Sekitar 50 sampai 60 persen dari total luas lahan, merupakan ruang terbuka hijau. Sehingga lahan yang bisa digunakan untuk bangunan, sekitar 1,6 hektare saja. Sisanya, akan dijadikan areal pendukung untuk kebutuhan pasar. Seperti parkir dan taman. (dit/r3) Editor : Administrator
#Mataram #Pasar Tradisional #Kebon Roek