"MCC akan kami jadikan tempat penjualan oleh-oleh. Pusat oleh-oleh di luar mutiara, dan pusat kuliner khas NTB," janji Selly kepada Lombok Post.
Selly nampaknya merasa cukup risih dengan keberadaan MCC yang terkesan tak diurus dengan serius. Buktinya, aset Kota Mataram berniliai miliaran rupiah itu kini kondisinya memprihatinkan. Bagian atap dan plafon banyak yang sudah rusak. Namun tak ada niat dari intansi terkait membenahinya.
Kemudian bangunan lantai dua terkesan dibiarkan mubazir. Lantaran sampai saat ini tidak ada yang menempatinya. "Kalau saya terpilih, saya akan hidupkan MCC menjadi pusat oleh-oleh dan kerajinan produk UMKM di Kota Mataram," ungkapnya.
Baju-baju yang dibuat perancang daerah bisa dpamerkan dan dijual di MCC. "Jadi habis beli mutiara di Sekarbela, mau makan, mau belanja oleh-oleh yang lain bisa satu tempat. Jadi one stop shopping," jelas mantan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB itu.
Selly menyebut Kota Mataram sebagai kota fashion yang harus memaksimalkan semua potensi yang ada. Jika MCC digunakan hanya untuk mutiara saja, keberadaan bangunan ini tidak efektif seperti saat ini. Karena wisatawan atau pembeli lebih memilih datang langsung ke tempat produksinya di Sekarbela.
Terpisah Lurah Pagesangan Ida Bagus Made Ariawan mengakui, MCC kurang dimaksimalkan. Namun ia menegaskan semua terlepas dari kepentingan politik apa pun jelang Pilkada, ia berharap keberadaan MCC bisa kembali menggeliat.
"Kami sangat mendukung dan setuju kalau MCC bisa menjadi pusat kerajinan lokal," kata dia ditemui di Kantor Lurah Pagesangan.
Keluhan pedagang, harga sewa toko di lantai I dan lantai II saat ini sama. Ini yang membuat banyak pedagang enggan menyewa lantai II. "Kalau jualannya sama-sama mutiara, orang tentu lebih memilih di lantai I. Kalau di bawah di jual mutiara, di atas mungkin bisa kerajinan," harapnya.
Instansi yang mengelola MCC juga diharapkan bisa lebih memperhatikan kebersihan di area ini. Agar pengunjung yang datang bisa lebih nyaman berbelanja. Dampaknya nanti akan menghidupkan perekonomian di Kelurahan Pagesangan.
"Kalau MCC jadi pusat kerajinan lokal, masyarakat di Kelurahan kami bisa memasarkan produknya di sana. Makanya kami setuju," ungkapnya. (ton/r3)
Editor : Administrator