Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Disdik Tak Wajibkan Siswa Ikuti Pembelajaran Tatap Muka

Administrator • Senin, 11 Januari 2021 | 21:32 WIB
TERAPKAN PROKES YA: Seorang guru melintas melalui pintu masuk utama di SMPN 9 Mataram, pekan lalu. Dalam PTM semua sekolah wajib menerapkan prokes. (rojai/lombok post)
TERAPKAN PROKES YA: Seorang guru melintas melalui pintu masuk utama di SMPN 9 Mataram, pekan lalu. Dalam PTM semua sekolah wajib menerapkan prokes. (rojai/lombok post)
MATARAM-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram tidak mewajibkan siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah pada masa pandemi Covid-19. “Kalau ada orang tua yang tidak izinkan anaknya ikut PTM, tidak masalah,” kata Kepala Disdik Kota Mataram HL Fatwir Uzali, Minggu (10/1).

Diungkapkan, orang tua yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM di sekolah akan tetap melaksanakan pembelajaran melalui sistem dalam jaringan (daring). Guru akan memberikan materi pembelajaran melalui daring agar siswa bisa belajar dari rumah.

“Sistem pembelajaran daring ini tetap kita lakukan, meski kita sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ungkap mantan Kepala SMAN 4 Mataram ini.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka akan mulai Februari mendatang. Orang tua yang belum mengizinkan anaknya ikut PTM di sekolah, punya waktu mendiskusikan sistem belajar ini dengan kepala sekolah dan guru.

“Jika orang tua masih khawatir terhadap penyebaran Covid-19, bisa mengisi formulir yang dibagi sekolah. Apakah mau tidak anaknya melaksanakan pembelajaran tatap muka,” saran dia.

Diungkapkan, sekolah-sekolah yang akan menerapkan PTM harus siap dengan sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol pencegahan Covid-19. Pada prinsipnya kata Fatwir,  semua sekolah sudah menyiapkan fasilitas pencegahan Korona, termasuk jadwal masuk siswa dengan sistem sif-sifan.

“Pembelajaran paling lama 80 menit untuk dua mata pelajaran dalam sehari,” tuturnya.

Sekretaris PGRI Kota Mataram Imam Purwanto juga sudah meminta semua sekolah untuk membuat surat kepada wali murid terkait izin menerapkan PTM. Dia tidak ingin terjadi  hal yang tak diinginkan dan sekolah yang akan disalahkan. “Kalau ada orang tua tidak mau anaknya ikut  PTM, akan difasilitasi dengan sistem daring,” terang Imam.

Jauh hari sebelumnya, kata dia, sejumlah sekolah di Kota Mataram sudah siap menerapkan PTM. Lembaga pendidikan sudah menyiapkan infrastruktur pencegahan Korona. Seperti tempat cuci tangan, handsanitizer, dan menerapkan pola pembelajaran sif-sifan.

“Kalau ada sekolah yang sudah siap, harusnya PTM sudah diterapkan. Tidak menunggu semua sekolah siap,” kata Imam.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menegaskan, ia tidak segan-segan menutup PTM jika ada sekolah yang lalai. Seperti tidak menyiapkan tempat cuci tangan, handsanitizer, dan terjadi kerumunan. “Kalau ada sekolah yang lalai dan mengabaikan protokol kesehatan akan kita tutup,” tegas orang nomor satu di Kota Mataram ini. (jay/r3)

 

  Editor : Administrator
#Kota Mataram #Dinas Pendidikan #Pembelajaran Tatap Muka #Tidak Wajib