"Simulasi belajar tatap muka tetap kami laksanakan. Karena tingkat kesembuhan kita di Kota Mataram cukup tinggi," kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram M Taufik, Sabtu (23/1/2021).
Sejauh ini, ia mengaku belum ada surat pemberitahuan dari gugus tugas kaitannya dengan pemberhentian simulasi belajar tatap muka. Semua berjalan lancar dan tidak ada kendala. Sehingga Dinas Pendidikan Kota Mataram belum mengambil langkah peniadaan belajar tatap muka seperti yang dilakukan pemerintah provinsi.
"Masih tetap simulasi dengan pelaksanaan protokoler Covid-19 yang ketat. Dan itu tetap kami awasi," ungkapnya.
Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa membenarkan jika belum ada instruksi untuk penghentian simulasi belajar tatap muka. Meskipun, beberapa hari terakhir penambahan angka kasus positif Covid-19 di Kota Mataram cukup signifikan. Misalnya, Jumat 22 Februari pekan lalu, ada 33 tambahan kasus positif baru.
"Tapi tidak ada dari klaster sekolah. Yang bertambah itu adalah klaster perkantoran. Sehingga memang belum ada instruksi dari gugus tugas untuk penghentian simulasi, " kata dia kepada Lombok Post.
Sesuai jadwal yang telah ditentukan, simulasi belajar tatap muka dijadwalkan hingga 27 Januari mendatang. Setelah itu akan dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi selama ini. Apakah nantinya akan tetap dilanjutkan atau tidak semua tergantung hasil evaluasi.
"Kami tunggu simulasi selesai dulu sampai tanggal 27 Januari baru kami evaluasi. Kami akan tetap memperhatikan instruksi gugus tugas provinsi dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi," terangnya.
Proses pembelajaran tatap muka di tingkat taman kanak-kanak, SD, hingga SMP ditegaskan Suwandiasa menggunakan protokoler yang ketat. Sejauh ini tidak ada kendala dan keluhan dari pihak sekolah maupun wali murid.
"Informasi mengenai ada belasan siswa di SMPN 1 Mataram yang positif Covid-19 itu hoax. Tidak ada siswa yang terpapar," tegasnya.
Sehingga ia berharap para wali murid tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Klaster perkantoran yang tinggi. Karena memang kegiatan akhir tahun kemarin banyak aktivitas ASN keluar daerah. Ditambah kegiatan yang cukup padat di akhir tahun," bebernya.
Data terbaru gugus tugas Covid-19 Kota Mataram, saat ini ada 212 orang yang masih dalam perawatan. 1.349 dinyatakan sembuh dari 1.664 yang dinyatakan positif. Sementara yang meninggal dunia terkonfimasi positif Covid-19 sebanyak 103 orang. (ton/r3)
Editor : Baiq Farida