“Staf yang melakukan interaksi dengan kepala Dikes harus ditracing dan perlu dilakukan penyemprotan di instansi tersebut,” katanya.
Eko akan menunggu laporan dari Sekretaris Dikes terkait riwayat terpaparnya dr Usman. Siapa saja yang pernah ditemui harus ditahu. Apalagi informasinya, kepala Dikes sudah melakukan pertemuan dengan 11 kepala Puskesmas di Kota Mataram.
“Tak hanya kepala Puskesmas, staf di Dikes yang pernah berinteraksi langsung dengan kepala Dikes harus dirapid test,” tegasnya.
Pantauan Lombok Post, kondisi Kantor Dinas Kesehatan Kota Mataram, Senin (25/1/2021) terlihat lebih sepi. Tidak seperti biasanya. Menurut penuturan sejumlah pegawai, hanya setengah dari jumlah pegawai yang masuk sejak Senin. "Sisanya bekerja dari rumah," tutur salah satu pegawai ke Lombok Post.
Belum ada arahan penutupan kantor oleh gugus tugas. Yang ada hanya pengaturan pola kerja. Setengah bekerja di rumah dan setengah di kantor. "Karena Kantor Dikes sangat vital untuk pencegahan Covid-19," tegas Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa.
Terlebih di gudang farmasi Dikes saat ini ribuan vial vaksin Sinovac tersimpan untuk kebutuhan vaksinasi para tenaga kesehatan di Kota Mataram. (ton/jay/r3)
Editor : Baiq Farida