Diungkapkan, pengerjaan Rusunawa Nelayan sudah ditender pusat. Sehingga pihaknya turun melakukan pengurukan tanah untuk mempersiapkan pembangunan rusunawa dengan 45 kamar ber-tipe 35. “Tahap pertama akan dibangun 45 kamar dulu. Kita sih mintanya 90 kamar,” tutur Kemal.
Dari jadwal lanjut dia, peletakan batu pertama pembangunan rusunawa akan dilakukan Maret mendatang. Tak hanya itu, Kemal juga sudah melakukan komunikasi untuk pembebasan lahan agar pintu masuk menuju rusunawa lebih dekat dari jalan utama.
“Pembebasan lahan untuk jalan sesuai permintaan pusat. Kita sudah komunikasi dengan pemilik lahan dan mereka setuju,” kata dia.
Untuk jalan dibutuhkan sekitar 20 are. Panjang jalan ini nantinya 250 meter dengan lebar 10 meter. “Sekarang tinggal Dinas PUPR yang kordinasi dengan pemilik lahan,” ungkap dia.
Dia ingin rusunawa bisa dihajatkan untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan. Dengan adanya rusunawa warga bisa tinggal dengan aman dan nyaman. Apalagi rusunawa dilengkapai kasur dan lemari.
“Rusunawa ini bukan hanya untuk nelayan saja. Namun juga untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” tutur dia.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman mengatakan, pembebasalan lahan untuk jalan masuk di Rusunawa Nelayan masih dalam proses administrasi. Hingga kini, pihaknya masih mencari pemilik lahan 20 are yang akan dijadikan sebagai jalan. “Sudah ketemu beberapa orang pemiliknya, namun ada juga yang belum,” kata dia. (jay/r3)
Editor : Baiq Farida