Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cegah Kerumunan, Mataram Perbanyak Tempat Salat Idul Fitri

Administrator • Selasa, 4 Mei 2021 | 23:25 WIB
TERAPKAN PROKES: Seorang petugas mengarahkan jamaah untuk menjaga jarak saat salat berjamaah di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram. Pada Ramadan nanti, masjid-masjid yang ada di Mataram akan sering disemprot disinfektan untuk mencegah terjadinya
TERAPKAN PROKES: Seorang petugas mengarahkan jamaah untuk menjaga jarak saat salat berjamaah di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram. Pada Ramadan nanti, masjid-masjid yang ada di Mataram akan sering disemprot disinfektan untuk mencegah terjadinya
MATARAM-Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram akan menindaklanjuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat terkait pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 Hijriah. Dari rapat yang dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri, salat Ied tidak dibolehkan berjamaah di masjid bagi daerah yang masuk zona merah dan oranye penyebaran Covid-19.

“Kota Mataram dan NTB masuk zona oranye,” kata Kepala Kemenag Kota Mataram HM Amin, kemarin.

Dia akan coba melakukan inisiatif agar pelaksanaan salat Ied berjamaah bisa dilaksanakan di masjid. Pelaksanaan salat Ied berjaamaah harus perbanyak tempat. “Tempat-tempat salat harus diperbanyak agar tidak menyebabkan banyak orang,” tutur dia.

Jika nantinya salat Ied dibolehkan, ujar dia, tentu harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Salat harus menjaga jarak dan menggunakan masker.

Ditanya soal ada beberapa yang sudah mengajukan izin terkait pelaksanaan salat Ied di lapangan dan dan Lombok Epicentrum Mall (LEM). Amin kurang tahu. Namun yang pasti pihaknya akan melakukan berbagai upaya agar pelaksanaan salat Ied bisa dilaksanakan di setiap masjid dan tempat umum lainnya.

“Kita akan melakukan berbagai inisiatif agar sholat Ied bisa dilakukan di masjid. Mungkin salah satu caranya dengan memperbanyak tempat pelaksanaan salat,” ucap dia.

Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, kata dia, daerah yang masuk zona oranye dan merah tidak diizinkan melaksanakan salat Ied berjamaah di masjid. Kendati demikian pihaknya akan mengusahakan agar salat bisa dilaksanakan di masjid dan tempat umum lainnya. “Kita akan coba usahakan agar salat Ied bisa dilakukan di masjid,” urai dia.

Amin akan kembali melakukan koordinasi terkait pelaksanaan salat Ied. Karena bagaimanapun umat muslim merindukan salat Ied untuk dilaksanakan secara berjamaaah di masjid. “Intinya tempat salat Ied harus diperbanyak,” tukas dia. (jay/r3) Editor : Administrator
#Salat Id #ramadan #lebaran #mudik