“Kalau sudah mulai balapan cidomo, tidak ada pengendara yang berani melintas. Mereka harus berhenti,” kata Rahman, warga setempat.
Menurutnya, balapan cidomo di JBT meresahkan warga. Terutama pengendara yang melintas terpaksa berhenti karena laju cidomo cukup kencang. “Kita takutnya balapan ini akan memakan korban,” kata Rahman khawatir.
Balapan cidomo biasanya berlangsung mulai pukul 14.00 Wita sampai pukul 16.00 Wita pada setiap Minggu. Dia meminta aparat turun melakukan patroli guna menghindari hal yang tidak diinginkan pada balapan ini.
“Kalau sudah balapan banyak orang berkumpul. Kita tidak tahu mereka datang dari mana,” ucapnya.
Sebagai warga setempat, Rahman ingin pemerintah kelurahan atau instansi terkait juga bisa melakukan tindakan cepat. Paling tidak ada teguran atau sanksi. “Tidak ada berani pengendara yang melintas kalau sudah mulai balapan,” kesal dia.
Kabid Pengendalian dan Operasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Arif Rahman berjanji melakukan patroli dengan pihak kepolisian terkait balapan cidomo di JBT. “Ini pertama saya dengar ada balapan cidomo,” ujar Arif.
Dia tidak akan segan-segan memberikan sanksi bagi kusir yang terlibat balapan cidomo. Jika ketangkap pihaknya akan menyita cidomo dan kudanya. “Balapan cidomo saya rasa sangat membahayakan pengendara,” tukasnya. (jay/r3)
Editor : Administrator