Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemakaman Meningkat, TPU Karang Medain Hampir Penuh

Administrator • Kamis, 5 Agustus 2021 | 01:00 WIB
SUDAH PENUH: Pemakaman di TPU Karang Medain sudah dipenuhi oleh kuburan warga Kota Mataram.
SUDAH PENUH: Pemakaman di TPU Karang Medain sudah dipenuhi oleh kuburan warga Kota Mataram.
MATARAM-Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Medain hampir penuh. Menyusul tingginya jumlah pemakaman setiap bulan selama masa pandemi Covid-19 sejak tahun lalu.

"Yang paling banyak itu pemakaman Bulan Juli lalu. Ada 61 pemakaman," terang Baiq Sri Marlina, petugas administrasi TPU Karang Medain kepada Lombok Post, kemarin (3/8).

Sejak memasuki masa pandemi Covid-19, jumlah pemakaman per bulan mencapai 30-40 pemakaman. Baik pemakaman yang meninggal terkonfirmasi Covid-19 maupun yang non Covid-19.

Akibatnya, lahan pemakaman yang tersisa hampir habis. Diperkirakan, dengan kondisi saat ini, lahan hanya cukup untuk 100 liang lahat.

"Nggak sampai setahun habis," terang Lina, sapaannya.

Perkiraannya, dua sampai tiga bulan ke depan sudah habis kalau jumlah pemakaman terus seperti ini. Tingginya jumlah pemakaman di TPU Karang Medain disebabkan banyak jenazah warga yang meninggal di rumah sakit dimakamkan di TPU tersebut. Tidak hanya yang berasal dari Mataram, tetapi Lombok Barat, Lombok Timur bahkan luar NTB seperti Pulau Jawa.

Pihak pengelola TPU yang merupakan tanah wakaf ini tidak bisa menolak pemakaman warga dari luar Mataram. Karena itu justru akan menimbulkan persoalan di masyarakat.

"Jadi kami nggak bisa menolak. Semua yang datang dari luar Mataram pun banyak yang dimakamkan di sini, dari Labuapi, Terong Tawah, Jakarta, dan daerah lain," tuturnya.

Biaya pemakaman di TPU Karang Medain Rp 850 ribu. Itu sudah include dengan terop, papan dan sound system. "Tidak ada biaya selain itu. Biayanya hanya Rp 850 ribu," paparnya.

Lantas bagaimana jika TPU Karang Medain nanti penuh? Pihak pengelola berencana akan membuat pemakaman bersusun. Dalam artian dalam satu liang lahat bisa diisi dua jenazah. Dengan catatan, di satu liang lahat tersebut adalah jenazah satu keluarga.

"Tidak boleh orang lain. Jadi yang bisa dimakamkan di sini nanti yang sudah ada keluarganya dimakamkan di sini. Tapi itu masih rencana, belum dilakukan," jelasnya.

Kabid Perumahan Dinas Perkim Kota Mataram H Lalu Agus Supriadi jauh sebelumnya sudah memprediksi kondisi ini. Tak hanya karena Covid-19, tetapi dalam kondisi normal TPU Karang Medain juga sejak awal diprediksi bakal penuh.

"Maka solusinya adalah pemakaman susun atau penyediaan lahan baru," jelasnya.

Untuk pemakaman susun, sistemnya sama seperti yang dijelaskan Lina. Yakni, dalam satu liang lahat bisa diisi lebih dari satu jenazah. Metode ini juga banyak dilakukan di daerah dan negara lain. Kemudian untuk pengadaan lahan, ia menyarankan Pemkot Mataram menyediakan laham TPU di setiap kecamatan. Sehingga warga tidak jauh mengantar jenazah ke TPU terpusat.

"Cuma untuk pengadaan lahan ini kan saat ini daerah tidak punya anggaran. Maka sejak awal saya usulkan ada Gerakan Amal Jariyah Rumah Masa Depan," paparnya.

Ia merinci, setiap bulan warga Kota Mataram mengeluarkan Rp 10 ribu untuk membeli lahan pemakaman. Dengan estimasi penduduk sekitar 500 ribu jiwa, maka anggaran per bulan yang bisa terkumpul Rp 5 miliar. Sehingga dalam setahun terkumpul Rp 60 miliar.

"Itu nanti bisa dibuat beli lahan pemakaman yang akan jadi rumah terakhir kita sendiri," tandasnya. (ton/r3) Editor : Administrator
#TPU Karang Medain #TPU Penuh #Pandemi