Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Di Mataram, Harga Cabai Turun tapi Minyak Ogah!

Baiq Farida • Rabu, 5 Januari 2022 | 14:50 WIB
HARGA NAIK: Seorang pedagang cabai merah dan rawit melayani pembeli saat gelaran pangan murah di halaman kantor Dinas Perdagangan NTB, Rabu (20/1). (eka/Lombok post)
HARGA NAIK: Seorang pedagang cabai merah dan rawit melayani pembeli saat gelaran pangan murah di halaman kantor Dinas Perdagangan NTB, Rabu (20/1). (eka/Lombok post)
MATARAM-Harga bahan pokok seperti cabai rawit di pasar tradisional Kota Mataram berangsur turun. Harga cabai rawit yang semula lebih dari 60 ribu per kilogram (kg) kini mencapai 58 ribu per kg.

Sayanganya, penurunan harga cabai tidak dibarengi dengan harga minyak goreng. Harga minyak goreng curah masih bercokol pada harga Rp 20 ribu per kg.

"Sudah mulai turun cabai rawit sejak dua hari terakhir," ucap Misnawati salah satu pedagang di Pasar Pagesangan, Kota Mataram, Rabu (5/1/2021/2).

Penurunan, kata dia, tidak hanya karena para petani yang mulai panen. Tetapi permintaan dari masyarakat yang ikut menurun semenjak pandemi Covid-19.

"Cuaca ini juga membuat petani ada yang cepat-cepat panen," terangnya.

Penurunan harga cabai rawit, kenyataannya tidak berbanding lurus dengan harga minyak goreng. Dari pantauan, harga minyak goreng kemasan masih diposisi Rp 20 ribu per kg yang sebelumnya Rp 18 ribu an per kg.

"Kalai sudah naik, susah turunnya," ujar pedagang minyak goreng lainnya, Nyoman Suartini.

Diakui, dampak kenaikan harga minyak goreng membuat pelanggannya menurunkan jumlah pembelian. Misal dari satu kilogram menjadi setengahnya.

"Siasatnya begitu, hemat pakai minyak karena mahal," tandasnya. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida
#harga minyak goreng #harga cabai rawit