Dia menuturkan, lumbung dipilih menjadi ornamen utama dalam penataan panggung Taman Sangkareang. Mengingat lumbung menjadi karya arsitektur khas suku Sasak. Sementara tenun merupakan salah satu kerajinan masyarakat di Lombok.
“Sekaligus ini juga sebagai ajang promosi kerajinan daerah,” ujar Miftah.
Dia akan melakukan penataan tahun ini. Sehingga nantinya penataan Taman Sangkareang di bagian selatan yang sudah rampung sekarang ini terlihat seimbang.
“Jadi tahun ini kita akan fokus menata bagian utara. Penataan Taman Sangkareang yang sudah rampung akan menjadi ikon baru Kota Mataram. Bisa untuk swafoto,” urainya.
Dia ingin penataan Taman Sangkareang yang sudah rampung bisa diawasi dan dijaga. Sehingga nantinya tidak disalahgunakan. Terutama pedagang jangan sampai ada yang berjualan di plaza tersebut.
“Sekarang saya lihat sudah tidak ada pedagang berjualan di dekat area tersebut,” pungkasnya. (jay/r3) Editor : Administrator