“Pada tanggal 21 para tamu sudah check out,” kata Ketua PHM Kota Mataram Gede Wenten pada Lombok Post.
Dia membeberkan hotel melati dengan fasilitas hotel bintang di Kota Mataram sampai menolak tamu karena tidak ada kamar kosong selama tiga hari event MotoGP. Sebut saja Hotel Kayla, Paramita, Kubayan, Bidari, dan Alenka full booking. “Ini hotel-hotel melati yang memiliki kelas,” cetusnya.
Pesanan tidak hanya tiga hari saat event MotoGP kata Wenten, namun ada juga tamu memesan mulai 17 Maret. Begitu juga juga dengan pesanan 21 Maret ada saja karena ingin berlibur lebih lama. Wenten menuturkan, selama kurang lebih dua tahun pandemi Covid-19 hotel di Kota Mataram bisa dikatakan hidup segan mati tak mau.
Namun kini, dengan adanya MotoGP seperti keruntuhan durian. Event MotoGP disambut baik, terutama pengusaha pariwisata. “Yang pesan kamar rata-rata rombongan,” cetusnya.
Wenten tidak tahu secara pasti berapa dihargakan per kamar para warga yang membawa tamu ini. Namun yang jelas sesuai kesepakatan di PHM menerima harga per kamar Rp 750 ribu per malam. Namun ini bisa saja berubah. Sesuai hukum ekonomi. “Paling tinggi kita jual Rp 1 juta per malam dengan fasilitas hotel berbintang,” tuturnya.
Meski begitu lanjut dia, ada juga kamar dijual dengan harga Rp 500 ribu per malam. Tergantung fasilitas. Untuk Kayla, Kubayan, Alengka, dan Bidari fasilitasnya tidak kalah dengan hotel bintang. Rata-rata di hotel ini memiliki fasilitas TV, AC dan air panas. “Kalau kita di Grup Kayla sudah terisi semua,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengatakan, sebagian besar hotel di Kota Mataram, baik itu hotel melati maupun bintang sudah terisi selama tiga hari event MotoGP.
“Hotel bintang di Kota Mataram 100 persen terisi semua, kalau hotel melati laporan terakhir 80 persen lebih. Endak tahu kalau sekarang,” pungkasnya. (jay/r3) Editor : Administrator