Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tekad Lurah Sayang-sayang Kembalikan Kejayaan Kuliner dan Cukli

Administrator • Jumat, 10 Juni 2022 | 01:04 WIB
Rony Aprianto
Rony Aprianto
MATARAM-Kelurahan Sayang-sayang menjadi daerah unggulan di Kota Mataram. Maklum wilayah yang berada di kawasan utara kota ini menjadi pusat kuliner dan kerajinan. Namun akibat gempuran pandemi Covid-19 dua tahun terakhir, geliat ekonomi kreatif di Kelurahan Sayang-sayang mulai meredup. Inilah yang ingin digaungkan kemabali oleh Lurah Sayang-sayang Rony Aprianto.

“Kami berkoordinasi dengan kepala lingkungan dan warga menjadikan beberapa lingkungan sebagai pilot projet. Misalnya di Lingkungan Lendang Re dan Lingkungan Rungkang Jangkuk,” kata Lurah.

Pihaknya berkoordinasi bagaimana di kawasan Lendang Re sebagai kawasan wisata kuliner dan Rungkang Jangkuk sebagai kawasan kerajinan. Dua lingkungan ini dijadikan percontohan lingkungan yang bersih dan menjadi tujuan wisatawan.

Untuk itu pemerintah kelurahan bersama kepala lingkungan dan tokoh masyarakat tiada henti sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan menata lingkungan dengan baik. Agar tidak terkesan kumuh. “Ini yang perlu kami sosialisasikan masyarakat. Karena mempromosikan Sayang-sayang kembali harus dimulai dari menjaga kebersihan dan penataannya,” jelasnya.

Sayang-sayang dikatakannya saat ini menjadi pusat kuliner lesehan yang banyak menjadi tujuan wisatawan. Makanan khas Kota Mataram seperti ayam taliwang, pelecing kangkung, sate dan menu lainnya bisa ditemukan di lesehan yang ada di sini.

Kemudian ia juga saat ini gencar mempromosikan kembali kerajinan cukli. Pemerintah kelurahan menyiapkan Lingkungan Rungkang Jangkut agar ditata dengan dibuatkan semacam ikon agar orang yang datang ke sana bisa mengetahui lingkungan tersebut merupakan area kerajinan.

“Alhamdulillah kami juga sudah dibantu menata Rungkang Jangkuk oleh Kementerian melalui program Kotaku. Penataan jalan dan lingkungan agar tidak kumuh,” syukurnya.

Kemudian pihak dari Bank Dunia juga sempat berkunjung ke lingkungan ini melihat aktivitas para perajin cukli. Prduk mereka diapresiasi dan dinilai memiliki kualitas yang bisa dipasarkan ke berbagai daerah bahkan mancanegara.

Saat ini Lurah berencana menyiapkan wisata alam menyusuri kali jangkuk. Potensi sungai ini menurutnya bisa menjadi wisata air. Di sana warga bisa meggunakan ban atau perahu karet untuk menyusuri sungai. Sebagai sarana hiburan warga kota. “Nanti start-nya dari Lingkungan Lendang Re sampai Rungkang Jangkuk. Warga juga nanti biasa makan di lesehan dan jalan-jalan melihat kerajinan cukli,” ujarnya.

Camat Cakranegara Irfan Syafindra Soeratie juga sebelumnya mengatakan jika Kelurahan Sayang-sayang menjadi salah satu wilayah andalan Kota Mataram. Kelurahan ini menjadi kelurahan salah satu pusat ekonomi kreatif kuliner dan kerajinan. “Makanya kami berencana dengan Dinas Parwisata Kota Mataram menyiapkan kegiatan yang bisa mempromosikan Sayang-sayang. Kita ingin Sayang-sayang menjadi salah satu tujuan wisatawan yang datang ke Kota Mataram,” ucapnya.

Sama seperti lurah, Camat Cakranegara juga menilai Sayang-sayang memiliki potensi wisata alam. Karena di kawasan ini pemandangan persawahan kota masih terjaga. Ditambah wilayah ini dialiri air jernih yang menjadi pusat budidaya ikan air tawar. (ton)

  Editor : Administrator
#Cukli #Lurah Sayang Sayang #Rony Aprianto #Lombok