“Insya Allah melalui Deputi Bappenas secara lisan sudah disampaikan untuk bantuan Rusunawa di tahun 2023. Cuma kita tidak mau mendahului,” terang Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Mataram Nazarudin Fikri, kemarin (30/6).
Bantuan pembangunan gedung Rusunawa bakal diberikan pemerintah pusat menyusul kebutuhan masyarakat memang masih tinggi. Masih ada puluhan kepala keluarga di wilayah Ampenan khususnya Kelurahan Bintaro belum memiliki hunian yang layak.
“Karena kemarin gedung yang terbangun kan tersedia 44 kamar. Kemungkinan nanti juga bisa dapat satu gedung dengan kapasitas yang sama. Sudah dari tahun lalu kami usulkan,” jelasnya.
Area lahan di lokasi Rusunawa Bintaro masih memungkinkan untuk itu. Kemudian Pemkot Mataram juga sudah membebaskan jalan masuk menuju Rusunawa tersebut. Ditambah tahun ini akan ada pekerjaan pengerasan jalan. Ini menjadi penilaian yang membuat Kementerian PUPR siap memberikan bantuan gedung Rusunawa tahun ini.
Saat ini ada empat titik Rusunawa yang ada di Kota Mataram. Mulai dari Rusunawa Selagalas, Rusunawa Mandalika, Rusunawa Montong Are dan terbaru Rusunawa Bintaro. Tahun 2021 lalu, diketahui temuan BPK ada tunggakan sewa dari penghuni Rusunawa sekitar Rp 59 juta. Ini menjadi catatan agar diperhatikan Dinas Perkim Kota Mataram. “Kalau itu coba nanti saya tanyakan ke pihak UPTD yang lebih jelas,” kata Fikri.
Hanya saja ia menjelaskan jika untuk saat ini Pemkot Mataram tidak menarik biaya sewa dari penghuni Rusunawa. Lantaran belum ada Perda yang menjadi dasar hukum untuk dilakukakn pemungutan biaya sewa. Saat ini sifatnya hanya bersifat kesepakatan dengan penghuni Rusunawa untuk biaya operasional seperti kebutuhan listri dan air. Besarannya Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.
“Perdanya masih dibbahas. Tapi Rusunawa ini bukan sesuatu untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi lebih kepada jaring pengaman sosial masyarakat agar mendapatkan tempat tinggal yang layak. Itu amanat dari Kementerian PUPR,” jelasnya.
Jika ada warga yang kemudian ditemukan tidak mampu membayar biaya sewa, itu menurutnya bisa jadi karena ketidakmampuan ekonominya. Ditambah tahun 2021 lalu masyarakat diterjang pandemic Covid-19. “Coba nanti saya tanyakan ke UPTD,” ujar pria yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram ini.
Terpisah, Lurah Bintaro Hapizudin mengaku senang dengan adanya informasi tambahan bantuan gedung Rusunawa. “Karena saat ini memang masih banyak warga kami yang belum memiliki tempat tinggal yang layak. Yang kemarin saya tandatangani saja di dua lingkungan yang belum punya hunian layak 77 kepala keluarga. Belum di lingkungan lain,” jelasnya.
Sementara Rusunawa Bintaro yang sudah terbangun saat ini hanya mampu menampung 44 kepala keluarga. Sehingga Hapizudin mengaku berharap tambahan bantuan gedung Rusunawa Bintaro bisa terealisasi tahun depan. (ton/r3)
Editor : Administrator