"Karena dari wilayah utara Senggigi rata-rata sudah menggunakan tanggul pengaman pantai. Sehingga di Mataram dihempas gelombang di beberapa pantai yang menjadi titik lemah," ujar Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman.
Salah satunya yang sudah menjadi sasaran amukan gelombang adalah Pantai Ampenan. Bahkan anjungan pantai tersebut sudah ambruk akibat diterjang gelombang tinggi. Pemkot hingga Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusata Tenggara I telah beberapa kali melakukan perbaikan, namun gelombang kembali merusak tanggul yang dibangun.
"Kami kerja sama dengan Pertamina sudah memperbaikinya dengan memasang bronjong batu. Tapi untuk penataan secara keseluruhan kami meminta pihak BWS melakukan pengkajian," jelas Miftah.
Ia juga mengaku sudah bersurat ke BWS agar pantai sepanjang 9 kilometer ini terjaga dari hempasan gelombang. Karena tanpa pengamanan gelombang, abrasi akan sulit dihindari. "Terutama titik lemahnya dari Loang Baloq ke arah selatan. Ini yang menjadi sasaran gelombang," paparnya.
Gelombang akan mengikis daerah lemah yang tidak ada perlawanan. Maka dibutuhkan pemecah gelombang atau semacamnya. Untuk biaya pembuatan pemecah gelombang ini, Pemkot Mataram mengaku tak punya anggaran. Sehingga Pemkot berharap bantuan BWS.
"Tetapi semua juga tergantung kesediaan anggaran BWS. Kami sudah bersurat," ungkapnya.
Sementara sejumlah pedagang di Pantai Ampenan sebelumnya mengeluhkan kunjungan ke pantai ujung barat Kota Mataram kini semaki sepi. Semenjak anjungan pantai tersebut rusak dihempaskan gelombang.
"Kami berharap agar bisa segera diperbaiki. Biar orang nyaman dan yang datang ke sini ramai lagi," harap Mahnun, salah satu pedagang.
Sementara para pelaku usaha kuliner di Pantai Mapak Indah juga kian resah karena beberapa kali gelombang tinggi naik hingga ke lapak mereka. Bahkan abrasi menggerus bibir pantai dan merusak lapak milik para pedagang.
"Kami harap ada solusi yang disiapkan pemerintah membantu kami mencegah abrasi. Karena kalau kami dari masyarakat tentu tidak punya anggaran untuk menyiapkan pemecah gelombang mencegah abrasi," pinta H Awan selaku pengelola Pantai Mapak Indah. (ton/r3)
Editor : Administrator