Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DPRD Minta Pemkot Mataram Serap Lebih Banyak Produk Lokal

Administrator • Jumat, 13 Januari 2023 | 01:01 WIB
WARNA BARU WSBK: Lombok Sumbawa Fair menjadi pembeda dari gelaran WSBK di Pertamina Mandalika International Street Circuit, akhir pekan ini. (Didit/Lombok Post)
WARNA BARU WSBK: Lombok Sumbawa Fair menjadi pembeda dari gelaran WSBK di Pertamina Mandalika International Street Circuit, akhir pekan ini. (Didit/Lombok Post)
MATARAM-Pemerintah Kota Mataram memberi perhatian serius terhadap pemanfaatan dan penggunaan produk Industri Kecil Menangah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal. Bentuk perhatian ini ditandai dengan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Produk Lokal.

"Kami minta pemerintah kota menggunakan produk lokal dalam kegiatan apapun yang didanai dari APBD," tegas Ketua Pansus Raperda Perlindungan Produk Lokal HM Zaini, kemarin (11/1).

Untuk itu, OPD harus membantu IKM dan UMKM menyiapkan e-Katalog untuk produknya. Sehingga ketika ada event atau acara yang berlangsung, dinas bisa memilih produk apa yang sesuai dengan selera dan anggaran mereka.

"Kalau tidak menggunakan produk lokal tidak boleh dibayarkan APBD. Tidak hanya kuliner, termasuk meubeler atau kebutuan yang lainnya jangan mengimpor dari luar. Apapun yang bisa diproduksi di daerah itu diberdayakan," tegas Politisi Demokrat tersebut.

Pemkot Mataram menurutnya harus hadir membantu IKM dan UMKM yang masih lesu. Belum bisa pulih akibat pandemi Covid-19. Termasuk dengan kehadiran retail modern atau swalayan yang diminta mengakomodir produk UMKM lokal.

"Ini yang menjadi pemikiran kita. Katanya sudah disiapkan tempat (bagi UMKM) tetapi mereka beralasan masyarakat tidak tertarik dengan itu," ucapnya.

Keberpihakan swalayan atau retail modern terhadap UMKM diminta tidak setengah hati. Karena bagaimana pun mereka punya kewajiban dan tanggung jawab memberdayakan UMKM. "Kami minta juga kepada Dinas Koperasi dan UMKM memperhatikan kemasan produk UMKM kita agar tidak kalah saing ketika dipajang di retail modern," pintanya.

Zaini yakin, banyak produk UMKM yang bisa masuk dan bersaing dengan produk lain di retail modern. Misalnya kerupuk kentang hingga kerupuk kulit khas Kota Mataram.

"Ke depan, Mataram Mall kami harapkan juga bisa menjadi tempat untuk menampung dan menjual produk UMKM. Jadi ada tempat yang digunakan untuk showroom. Daripada kosong banyak yang tutup," cetusnya.

Mataram Mall selain jadi pusat Mal Pelayanan Publik juga bisa menjadi lokasi untuk pusat pemasaran produk UMKM lokal.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Mataram HL Fatwir Uzali mengaku pihaknya siap membantu UMKM naik kelas. Tahun ini sejumlah program telah disiapkan dinas untuk membantu UMKM dalam proses produksi, pemasaran hingga permodalan.

"Kami akan fokus terhadap upaya membangkitkan kekayaan UMKM di tahun 2023 ini. Maka kami berharap apapun permasalahan yang dihadapi UMKM, bisa datang ke kami," ucap Fatwir. (ton/r3)

  Editor : Administrator
#Kota Mataram #UMKM #HL Fatwir Uzali