Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Disdag Mataram Gandeng Bulog, Minyak Goreng Murah Dijual di Kantor Lurah

Administrator • Rabu, 22 Februari 2023 | 01:16 WIB
TEKAN HARGA: Sejumlah warga membeli MinyaKita pada OP di Kantor Lurah Kebon Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, (20/2) kemarin.( ROJAI/LOMBOK POST)
TEKAN HARGA: Sejumlah warga membeli MinyaKita pada OP di Kantor Lurah Kebon Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, (20/2) kemarin.( ROJAI/LOMBOK POST)
MATARAM-Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram menggandeng Bulog melaksanakan operasi pasar (OP) guna menekan harga MinyaKita yang mencapai Rp 18 ribu per liter di pasar.

Kemarin, OP dilakukan di Kelurahan Kebon Sari, Kecamatan Ampenan dengan menyiapkan seribu liter MinyaKita. Para warga berduyun-duyun datang ke kantor lurah membeli MinyaKita untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kita inginnya  tadi beli 10 liter. Tapi pembelian dibatasi, maksimal 2 liter per orang,” kata Raehanun, seorang warga setempat.

Diutarakan, MinyaKita  tidak terlalu limit, ada saja beredar di pasar tradisional. Tapi harganya Rp 16 sampai Rp 18 ribu per liter. “Kalau di sini (OP) harganya Rp 14 ribu per liter,” tuturnya.

Dia ingin tidak ada pembatasan pembelian MinyaKita pada OP. Sebab, dua liter hanya bisa digunakan sampai tiga hari. “Kita jual gorengan, jadi butuh banyak minyak,” terangnya.

Dia berharap OP bisa dilaksanakan di semua kelurahan. Karena saat ini MinyaKita dengan HET sangat dibutuhkan masyarakat. “Ini harga MinyaKita dinaikkan, saya beli di pasar  Rp 17 ribu per liter,” kesalnya.

Lurah Kebon Sari H Mustaal mengatakan, pelaksanaan OP di kantor lurah diumumkan melalui pengeras suara di  lima lingkungan Kelurahan Kebon Sari.  “Alhamdulillah dari tadi masyarakat tidak pernah sepi,” tutur Mustaal.

Masyarakat begitu antusias datang ke OP. Dia berharap OP bisa dilakukan dua kali dalam sebulan. Apalagi menjelang Ramadan masyarakat membutuhkan sembako dengan harga relatif lebih murah dibandingkan di pasar.

"Terutama beras  harganya sekarang naik,” terang dia.

Dia ingin pada OP lebih banyak sembako dijajakan. Tidak hanya minyak, tepung, dan telur saja. Namun juga ada bawang, cabai, beras, dan kebutuhan pokok lainnya. Menurutnya, OP  beras tidak hanya dilakukan di pasar tradisional, melainkan juga di kantor lurah.

“Belum tentu masyarakat pergi ke pasar. Sampai ke warga beras harganya mahal. Lebih baik OP beras juga dilakukan di kantor lurah,” kata Mustaal menyarankan.

Kabid Pengendalian Bahan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan, OP hari ini (Kemarin, Red) kali pertama dilakukan tahun ini karena stok MinyaKita datang pekan lalu.

“MinyaKita di Bulog ada 40 ribu liter dan kita laksanakan OP di delapan kelurahan,” tutur Nida, sapaan karibnya.

Setiap kelurahan disiapkan seribu liter MinyaKita pada OP. Selain minyak, ada juga telur dan tepung. Setiap warga yang membeli MinyaKita dibatasi. Maksimal 2 liter per orang dengan harga Rp 14 ribu per liter. “Kita dapat informasi MinyaKita dijual Rp 17 sampai Rp 18 ribu per liter,” ucap Nida.

Dia akan menggelontorkan minyak subsidi dari Kemendag sampai 1 Maret mendatang. Bahkan jelang Ramadan pihaknya akan melaksanakan pasar raykat dengan menyiapkan berbagai kebutuhan pokok. “Pasar Rakyat akan dilaksanakan di tiap kecamatan,” tutur Nida.

Diuraikan, pasar rakyat skalanya lebih besar dari OP sekarang ini. Pihaknya akan menggandeng 40 distributor untuk menyiapkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan  harga di pasar. “Kita akan koordinasi dengan lurah dan camat nantinya,” pungkasnya. (jay/r3)

  Editor : Administrator
#Minyak Kita #minyak goreng #operasi pasar