Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BPBD Mataram Siapkan Rp 1 Miliar untuk Pemasangan Bronjong di Pantai Mapak

Administrator • Rabu, 22 Februari 2023 | 22:42 WIB
ABRASI: Kondisi Pantai Mapak Indah yang diterjang gelombang pasang beberapa waktu lalu. (Didit/Lombok Post)
ABRASI: Kondisi Pantai Mapak Indah yang diterjang gelombang pasang beberapa waktu lalu. (Didit/Lombok Post)
MATARAM-Pemasangan bronjong di Pantai Mapak Indah akan segera dilakukan. Mengingat bencana alam meteorologi seperti hujan lebat disertai angin kencang sudah tidak ada lagi.

“Mudah-mudahan seperti prediksi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), bencana meteorologi berakhir 31 Maret,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor, kemarin.

Dia akan melakukan kordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mulai pemasangan bronjong. “Kalau semuanya sudah siap baru kita melakukan pemasangan,” tutur Fudin.

Kendati demikian dia belum bisa memastikan pemasangan bronjong akan dilakukan langsung atau melalui tender. Untuk penanganan bencana ini disiapkan anggaran Rp 1 miliar lebih di tiga tempat. Diantaranya, pemasangan bronjong di Pantai Mapak Indah, pebaikan rumah potong hewan (RPH) Majeluk akibat pohon tumbang, dan perbaikan Ponpes Nahdlatul Ulum, Ampenan yang rusak akibat puting beliung. “Akan kita koordinasikan perbaikan di tiga titik ini,” ucapnya.

Dia menyebutkan, cuaca beberapa hari ini mulai normal, tidak ada hujan. Jadi pihaknya bisa melakukan pemasangan bronjong jika gelombang mulai landai. “Apakah pengerjaan akan ditender atau langsung karena ini menggunakan BTT (biaya tidak terduga) kita belum tahu,” pungkasnya.

Masnim, seorang warga yang tinggal di pesisir Pantai Mapak Indah mengatakan, tanggul sementara yang dibuat dari karung berisi pasir sudah tertimbun. “Sudah diangkat namun tertimbun lagi," ujar Masnim.

Diutarakan, pemasangan bronjong belum ada kelanjutan. Hanya pemasangan waktu ramai-ramai itu saja. “Katanya tukang ndak berani pasang jika ombak besar,” ujar dia.

Dia tidak tahu pasti kapan pemasangan bronjong dilakukan. Jika dibiarkan seperti ini sewaktu-waktu ombak besar bisa kembali menghempas permukiman warga. “Kita masih tinggal di rumah keluarga,” pungkasnya. (jay/r3) Editor : Administrator
#Kota Mataram #Mapak #Abrasi