Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gen Z di Lotim Gemar Belanja Parfum Isi Ulang, Banyak Berburu yang Viral di Tik-Tok

Fatih Kudus Jaelani • Jumat, 1 September 2023 | 21:59 WIB
BINCANG PARFUM: Pedagang parfum isi ulang Umar Alaydrus tengah berbincang dengan para penyuka wewangian di gerai Aledrose’s Parfume miliknya, di Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, belum lama ini.
BINCANG PARFUM: Pedagang parfum isi ulang Umar Alaydrus tengah berbincang dengan para penyuka wewangian di gerai Aledrose’s Parfume miliknya, di Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, belum lama ini.

 

LombokPost- Umar Alaydrus, pemilik Aledrose’s Parfume di Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur diam-diam mengamati meningkatnya minat generasi Z pada parfum. Tren yang menurutnya tak pernah terjadi sebelumnya, selama hampir puluhan tahun ia bergelut di usaha wewangian itu.

Umar yang tengah suntuk meracik parfum isi ulang jualannya pada suatu malam
dikejutkan oleh kedatangan dua bocah yang datang ke gerainya mencari parfum
viral. Parfum yang konon aromanya bisa memikat perasaan perempuan. Ia
taksir, dua bocah tersebut berusia sekitar 13 tahun. Bahkan salah satu di
antaranya ia duga masih duduk di bangku sekolah dasar.


Kedatangan pembeli dari generasi teranyar terjadi tak hanya malam itu saja.
Belakangan ia kerap dikejutkan oleh kedatangan banyak pembeli dari generasi Z
yang menurutnya rata-rata masih duduk di bangku SMP. “Kalau dulu saat kita
masih SMP, mana kepikiran buat beli parfum. SMA pun jarang,” kata Umar saat
ditemui Lombok Post di gerai Aledrose’s Parfume miliknya.


Tren ini belakangan ia amati sebagai sesuatu yang baru. Di satu sisi, sebagai
pecinta parfum juga pengusaha, ia senang dengan meningkatnya minat
masyarakat pada wewangian. Namun di sisi lain, ia mempertanyakan bagaimana
bisa anak-anak memilih membeli parfum dengan uang jajannya.


Ia mengatakan, pengaruh terbesar dari perubahan tersebut datang dari media
sosial. Salah satunya adalah platform tik-tok. Dari obrolan yang ia bangun
dengan beberapa anak yang datang membeli parfum, ia mendapatkan informasi
jika mereka mendapatkan informasi tentang parfum viral dari Tik-tok. “Ada yang
datang nyari parfum horny. Setelah kami cek, ternyata itu parfum merek HRNY.
Kata diiklankan bisa buat lawan jenis merangsang, makanya disebut horny,” tutur
Umar.

Sebagai pedagang, kendati tidak memiliki barang yang dicari, Umar memberikan
saran parfum pengganti yang aromanya tak kalah wangi dari parfum yang
disebut viral tersebut. Dan karena belum banyak tahu tentang parfum,
kebanyakan dari mereka mengiyakan dan langsung membeli parfum tersebut.
“Memang enak sekali kedatangan anak-anak ini. Mereka tidak banyak mencoba,
to the point, dan langsung jadi. Berbeda dengan ibu-ibu yang nyoba sampai
sepuluh tapi ujung-ujungnya bilang tidak ada yang cocok dan tidak jadi beli,”
tuturnya.

Editor : Prihadi Zoldic
#smp #parfum isi ulang #Umar #Gen Z #tik tok #13 Tahun