"Korban langsung dievakuasi anggota Babinsa dibantu anggota kepolisian setempat dari lokasi kejadian menuju Puskesmas Tongo," jelas Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Inf Oktavian Englana Partadimaja, kemarin 4/9/23.
Dari laporan anggota di lapangan, korban diketahui terjatuh dari pohon sekitar pukul 02.00 Wita, kemarin. "Saat itu korban tengah memanjat untuk mengambil sarang lebah. Tapi nahas, korban terjatuh," katanya.
Menurut keterangan sejumlah rekannya, korban berangkat dari Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang menuju wilayah pegunungan di Desa Tatar. Mereka diketahui berangkat pada Sabtu akhir pekan lalu. "Korban bersama lima orang rekannya star dari Tongo ke Tatar sekitar pukul 05.00 wita, setelah subuh," urainya.
Sebelum kejadian, korban bersama rekannya sempat melakukan berbagai persiapan sebelum memanjat pohon. Termasuk membuat anak tangga untuk mencapai sarang lebah dengan ketinggiannya sekitar 60 meter.
Sekitar pukul 22.00 Wita, korban mulai memanjat dan sudah berhasil mengumpulkan beberapa jeriken. "Tapi saat diminta oleh rekannya istirahat, korban menolak dan melanjutkan mengambil sarang lain sebelum terjatuh," paparnya.
Dugaan sementara, korban terpeleset. Mengetahui korban terjatuh, beberapa rekan berusaha menyelamatkan korban. Karena jarak dengan puskesmas setempat cukup jauh, ditambah medan yang dilalui adalah hutan belantara, sehingga menyulitkan proses pertolongan kepada korban. "Korban meninggal dunia dalam perjalanan saat masih di tengah hutan," terangnya lagi.
Rekan korban kemudian meminta pertolongan kepada masyarakat setempat untuk ikut mengevakuasi jenazah. Proses evakuasi sendiri berlangsung cukup alot, mengingat medan yang dilalui hutan belantara. "Jenazah korban dimasukkan dalam tandu, proses evakuasi dibantu langsung anggota Babinsa dan kepolisian setempat, sebelum akhirnya di bawa ke Puskesmas Tongo," tambahnya. (far/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post