Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

CV Puteri Rinjani, Industri Kosmetik Pertama di Lotim

Fatih Kudus Jaelani • Selasa, 5 September 2023 | 23:02 WIB
PRODUKSI:  Manager produksi CV Puteri Rinjani Gita Purnawati Hakim tengah mengerjakan salah satu tahapan dalam memproduksi produk kecantikan, di  Lombok Timur.
PRODUKSI: Manager produksi CV Puteri Rinjani Gita Purnawati Hakim tengah mengerjakan salah satu tahapan dalam memproduksi produk kecantikan, di Lombok Timur.

 

LombokPost- Di tengah menjamurnya usaha produk kecantikan di Lombok, keberadaan pabrik kosmetik menjadi kebutuhan. Untuk itu industri kosmetik CV Puteri Rinjani hadir di Lotim. Meski berada di perkampungan, kualitas produknya sudah mampu bersaing dengan industri di Indonesia.

Beberapa karyawan mengenakan seragam lengkap sedang mengemas ratusan produk saat Lombok Post berkunjung ke CV Rinjani Puteri. Produk kecantikan yang sudah menjadi kebutuhan pokok kaum hawa itu dikemas rapi dengan alat khusus. Beberapa tahapan juga terlihat dikerjakan secara manual.

Perusahaan pabrik kosmetik milik Lisa Yuniar, 46 tahun, itu terletak di Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik. Saat itu mereka tengah mengerjakan maklon perusahaan kosmetik dari Bali. "Menang banyak yang tidak tahu kalau pabrik kami ada di tengah kampung begini," kata Lisa pada Lombok Post.

Industri kosmetik Puteri Rinjani secara resmi beroperasi pada 2019 lalu. Di Lotim, pabrik ini bisa dikatakan menjadi yang pertama mengantongi izin operasional. Lisa menerangkan kalau setahunya ada perusahaan lain juga yang dalam proses perizinan.

Kendati di tengah desa, jangan salah, produk yang dihasilkan Puteri Rinjani sudah tersohor di kalangan pemain kosmetik. Beberapa produknya dari maklon kosmetik juga banyak yang viral. Salah satunya produk BLC-Ing, milik selebgram Lombok, Maya Agustin.

Lisa menerangkan, ia sudah 15 tahun berkecimpung di dunia kosmetik. Sebelum di Lombok, ia sudah menjalani usaha yang sama di Malang. Kata Lisa, bisa dikatakan hanya tempatnya saja di Lotim, tapi produknya sudah melanglang buana. "Salah satu yang besar itu di Medan. Sebulan bisa sampai 50 ribu pcs," terangnya.

Ditanya tentang pilihan membuka pabrik di Lotim, Lisa menuturkan jika dirinya ingin memberdayakan keluarga dan masyarakat sekitar yang ada di Lendang Nangka. Selain itu, edukasi tentang bagaimana bekerja di industri kosmetik juga diajarkan pada setiap karyawannya.

Minimal order untuk jasa maklon kosmetik di CV Puteri Rinjani cukup terjangkau. Dengan modal Rp 6 juta, atau bisa minimal order 150 buah produk. Jenis produknya bisa skincare, bodycare, sabun, dan bahkan parfum.

Gita Purnawati Hakim memastikan pakaian pelindung dirinya terpasang dengan baik sebelum memasuki ruang pengolahan produk. Di beberapa titik dalam ruangan, tertulis larangan membawa makanan dan minuman. Dengan teliti, Gita yang menggawangi setiap produksi di industri kosmetik CV Puteri Rinjani menakar bahan-bahan yang dibutuhkan.

Warga Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik itu bisa dikatakan mempelajari ilmu membuat kosmetik dari pengalaman. Tapi untuk beberapa tahapan tertentu, ia sudah mengikuti pelatihan dan mengantongi sertifikat sebagai ahli. Keahlian itu bertambah seiring waktu, selain ditambah dari arahan owner Puteri Rinjani Lisa Yuniar yang puluhan tahun sudah berkecimpung di dunia produk kecantikan.

Kepada Lombok Post, Gita menerangkan jika selama ini ia membuat produk sesuai permintaan dari konsumen. “Awalnya banyak memproduksi sabun, belakangan berkembang ke skincare, bodycare, juga parfum. Kita menerima sesuai pesanana,” jelasnya.

Kebanyakan konsumennya selama ini berasal dari luar daerah. Ia menerangkan, sejauh ini memang belum ada permintaan jasa maklon dari pengusaha produk kecantikan di Lotim. Maklon sendiri merupakan permintaan jasa pembuatan produk pada industri, yang merek atau hak paten produk tersebut diklaim menjadi milik konsumen atau klien.

Tentu hal inilah yang membuat lahirnya banyak jenis produk kecantikan. Owner CV Puteri Rinjani Lisa Yuniar menerangkan, memang selama ini pengusaha di Lombok lebih mempercayakan jasa maklon dari industri di pulau Jawa. Apakah karena keberadaan pabrik di Lotim belum diketahui, atau memang mengenai kepercayaan pada hasil produk, yang mungkin dinilai akan lebih berkualitas jika meminta jasa maklon di luar.

Padahal berbicara bisnis, jika industrinya di Lotim, maka biaya produksi akan lebih rendah dari pada harus meminta jasa di luar Lotim atau apalagi di luar pulau Lombok. Selain harga yang ditentukan untuk setiap produk, ongkos kirim barang juga mempengaruhi biaya produksi. “Mungkin belum diketahui juga. Karena memang yang banyak selama ini kita permintaan maklon dari luar,” jelas Lisa.

Untuk bisnis yang mau dirintis anak muda, industri Puteri Rinjani membuka harga minimal dari Rp 6 juta. “Atau bisa minimal order 150 pieces,” katanya. (fatihkudusjaelani)

Editor : Marthadi
#skincare #maklon #industri kosmetik #bodycare